News

Dinkes Bali Lacak Jejak WN China yang Positif Corona Selama di Pulau Dewata

Turis China waspadai virus corona Foto: AFP/Mark Ralston

Dinas kesehatan (Dinkes) Bali sudah mendengar kabar seorang WN China yang positif virus corona usai dari Pulau Dewata. Dinkes Bali tengah melacak keberadaannya selama di Bali.

Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya mengatakan, dia telah menerima data WN China tersebut dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia. Hari ini, Kamis (13/2), dia berencana mencari data perjalanannya selama di Bali.

"Itu kan saya baru baca infonya. Tapi kalau begitu kita tetap lakukan contact tracking, kita akan lakukan bersama jajaran kami, di mana dia menginapnya, saya akan hari ini saya cari data," kata Suarjaya saat dihubungi.

"Karena kan enggak mudah juga mencari dia dimana menginap kalau alamatnya tidak dilengkapi saat dia pergi. Sehingga tetap kami lakukan contact tracking," lanjut dia.

Suarjaya tidak bisa membuka identitas WN China itu karena rahasia pasien. "Saya baru dapat dari Kemenlu. Di website WHO ada, ini internal saja, pasien enggak bisa dibuka identitasnya," kata dia.

Suarjaya memperkirakan, WN China itu bisa saja terinfeksi setibanya di China. Ini karena dia dinyatakan positif delapan atau sembilan hari usai meninggalkan Bali. Apalagi, saat itu, virus corona tengah merebak di China.

"Kalau kita lihat runut itu kan, sekitar 9 hari sebelum terpapar corona, sudah meninggalkan Bali. Beberapa kemungkinan saja, setelah sampai di China baru terpapar karena waktu itu memang kondisi china sedang outbreak," ujar dia.

"Kemungkinan saja setelah di China dia ke sana ke sini dia berwisata mungkin dia dapatnya di China," jelasnya.

Suarjaya cukup yakin dia terpapar di China. Ini karena masa inkubasi virus corona yakni 3 sampai 7 hari. Inkubasi berlangsung saat dia tiba di China.

"Kalau selama di Bali dia sudah terkena, masih pasti masa inkubasi kan. Masa inkubasinya kan 3-7 hari, padahal dia di China kenanya sembilan hari setelah meninggalkan Bali. Ini kan bisa dilihat masa inkubasi 3-7 hari, itu kemungkinan pertama dia dapat di China," ujar dia.

Penumpang melintas di dekat layar informasi penerbangan di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Bila WN China itu dinyatakan terinfeksi selama di Bali dengan masa inkubasi 3 sampai 14 hari, menurut Suarjaya, seharusnya sudah ada pasien terinfeksi virus corona di Bali. Hingga saat ini, belum ada pasien yang dinyatakan positif.

Suarjaya berharap skenario ini tidak terjadi.

"Kemungkinan kedua, kan masa inkubasi juga perpanjang sampai 14 hari. 14 hari enggak kena di Bali, karena sampai sekarang di Bali enggak ada kasus," kata Suarjaya.

"14 harinya apa selama dia di Bali membawa virus? Ya kita harapkan tidak. Hitungan 14 hari, kenanya di Bali di mana, kan gitu. Ini enggak ada kasus (virus Corona di Bali)," tambah dia.

Meski demikan, Suarjaya menyatakan, kasus ini tetap menjadi atensi. Pengawasan ketat terhadap kesehatan turis asal tirai bambu itu tetap diawasi. Ada sekitar 3 ribu turis China yang masih di Bali.

"Mudah-mudahan tidak (terinfeksi di Bali). (Kesehatan para turis asal China) Sudah kita antisipasi, sudah sering saya katakan. Kita selalu jaga, dan antisipasi kita sudah luar biasa dan situasi seperti ini tetap dalam pengawasan tetap atensi kita," kata dia.

Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan