Krisis Politik di Tunisia, Kantor Partai Islam Oposisi Ditutup Polisi

18 April 2023 19:52 WIB
·
waktu baca 2 menit

Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?

Polisi Tunisia: REUTERS/Zoubeir Souissi
Polisi Tunisia: REUTERS/Zoubeir Souissi
ADVERTISEMENT

Otoritas Tunisia menutup kantor partai Islam Ennahdha pada Selasa (18/4). Itu dilakukan sehari usai pemimpin Ennahdha Rached Ghannouchi ditangkap.

ADVERTISEMENT

"Unit polisi datang ke kantor dewan pimpinan pusat (di Tunis) dan memerintahkan semua orang untuk pergi sebelum menutupnya," kata salah seorang pejabat tinggi Ennahdha Riadh Chaibi seperti dikutip dari AFP.

"Polisi juga menutup kantor lain partai di seluruh negara dan melarang pertemuan apa pun," sambung dia.

Ennahdha merupakan partai ideologi Islam yang kini menjadi kelompok oposisi terbesar di negara Afrika utara itu.

Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?

Presiden Tunisia Kais Saied. Foto: Fethi Belaid/AFP

Partai tersebut bahkan sempat menjadi terbesar di parlemen, sebelum Presiden Kais Saied membubarkan parlemen pada Juli 2021.

Penutupan kantor dan penangkapan pemimpin Ennahdha menandai krisis politik di Tunisia. Sejak Februari 20 tokoh oposisi ditangkap aparat pemerintah.

Presiden Saied berdalih mereka yang ditangkap berpaham teroris. Sehingga jika tidak diamankan maka keamanan negara akan terganggu.

ADVERTISEMENT

Pemimpin Ennahdha, Ghannouchi, ditangkap usai menyampaikan ancaman bahwa Tunisia bahkan terjerembab ke perang saudara. Itu bisa terjadi bila pemerintah menghapus politik Islam di Tunisia.

Salah seorang sumber Kemendagri Tunisia memastikan penangkapan Ghannouchi, memang terkait komentarnya tersebut.

Sementara itu sejak parlemen dibubarkan, oposisi kerap mengkritik Presiden Saied. Mereka menuding Saied menjalankan otokratis.

****

kumparan bagi-bagi berkah senilai jutaan rupiah. Jangan lewatkan beragam program spesial lainnya. Kunjungi media sosial kumparan untuk tau informasi lengkap seputar program Ramadhan! #BerkahBersama