Bola & Sports
28 Mei 2020 13:56

Tempaan Marcelo Bielsa Bikin Ben Mendy Layak Ada di Tim Pep Guardiola

Benjamin Mendy, bek Manchester City. Foto: Instagram @benmendy23

Bermain melawan tim asuhan Pep Guardiola sudah pasti susah, tetapi bukan berarti bermain untuknya menjadi mudah. Logikanya enggak berkontradiksi kayak begitu.

Yang ada, saat seorang pemain harus berlatih dengan semangat tak kurang dari 100% untuk menghadapi timnya Guardiola, pemain yang sama boleh jadi mesti berlatih dengan semangat 200% jika berada di skuat si pelatih berdarah Catalunya.

Ini bukan cuma persoalan fisik, melainkan juga visi dan teknik. Si pemain harus cerdas dalam memahami dan cukup tangkas dalam mempraktikkan maunya Guardiola.

Maka dari itu, sungguh beruntunglah Benjamin Mendy karena pernah mendapat guru yang mirip seperti Guardiola kala dia masih memperkuat Marseille (2013-2016). Namanya Marcelo Bielsa.

Read more!

"Sebelum pindah ke Manchester City [pada 2017], aku berbicara dengan Bielsa dan bertanya kepadanya, 'Apa pendapatmu tentang itu?'" katanya kepada Patrick Davison di The Football Show, dilansir Sky Sports.

"Namun, sebelum aku sempat mengajukan pertanyaanku, dia langsung bilang, 'Bergabunglah dengan Pep'. Jadi, aku menerima pesannya dan ketika aku berbicara dengan Pep, aku tahu mengapa Bielsa mengatakan itu kepadaku," lanjutnya.

Marcelo Bielsa, pelatih Leeds United, pernah melatih Marseille selama 2014–2015. Foto: Reuters/Paul Childs

Bielsa kerap memakai taktik-taktik yang anti-mainstream. Pelatih yang kini menangani Leeds United itu memiliki racikannya sendiri, resep dengan selera yang berbeda dengan para pelatih kebanyakan.

Di sisi lain, Guardiola memiliki keyakinan kuat dengan permainan yang berorientasi pada penguasaan bola, gaya ofensif, dan didominasi umpan-umpan pendek. Namun, kalau sekarang, sih, dia juga bisa bermain pragmatis jika perlu.

Nah, terlepas dari keunikan mereka masing-masing, Mendy dapat menemukan persamaan antara kedua pelatih tersebut. Apa itu?

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Foto: Reuters/Andrew Boyers

"Aku pikir mereka mirip. Mereka suka menguasai bola dan melakukan pressing tinggi saat kami kehilangan bola. Mereka sangat mirip, tetapi setiap manajer memiliki beberapa sentuhan yang berbeda," ujar bek 25 tahun itu.

"Pep telah melatih sejumlah tim besar; Barcelona, Bayern Muenchen; dan memenangi gelar bergengsi. Bielsa melatih beberapa tim medioker, tetapi dia bisa memberi sentuhan sepak bola yang bagus," lanjutnya.

Mendy sendiri cuma sekitar satu musim dilatih penuh oleh Bielsa di Marseille, yakni pada musim 2014/15. Baginya, itu adalah pengalaman luar biasa.

Benjamin Mendy saat di Marseille. Foto: Instagram @benmendy23

"Bermain dengan Bielsa ... luar biasa, dia banyak membantuku. Silaturahmi kami pun masih terjaga hingga kini," terang pemain yang mengaku pernah tertidur dalam sebuah rapat di hadapan Bielsa.

Tadinya, Mendy hanyalah pemain muda yang tahunya main doang. Lalu, setelah bertemu pelatih asal Argentina itu, si bek Timnas Prancis menjadi amat tertarik dengan segala tetek bengek taktikal dan antusias untuk mencari tahu lebih jauh.

Tak pelak, Mendy kini masih dipertahankan Guardiola di Manchester City. Semua berkat tempaan Bielsa.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.

Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan