• 1

Mengais Rezeki di Markas Basuki

Mengais Rezeki di Markas Basuki


Tidak sekadar masalah politik, bagi sebagian orang ini juga masalah perut.

Rumah Lembang

Pedagang di sekitar Rumah Lembang (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)
Rumah Lembang tak melulu soal politik. Bagi sebagian orang, markas salah satu calon gubernur dalam Pilgub DKI Jakarta ini menjadi sarana untuk mengais rezeki di tengah riuh pesta politik empat tahunan ini.
Ratusan relawan yang datang saban hari untuk bertemu pasangan calon Ahok-Djarot menjadi target belasan pedagang yang mangkal di depan Rumah Lembang. Beragam barang dijual, mulai dari baju, syal, topi, pin, sampai boneka figur salah satu pasangan calon gubernur.
Salah satu pedagang atribut adalah Irsa Putra Purnama. Pemuda asal Padang, Sumatera Barat ini, bukanlah penduduk asli Jakarta. KTP Jakarta pun masih dalam proses pembuatan.
Menjual kemeja corak kotak-kotak dan syal, pemuda berusia 24 tahun ini tiap hari menggelar dagangannya di samping pagar Rumah Lembang. Ternyata, tak hanya dalam Pilgub DKI Jakarta Irsa mengambil 'untung.;
"Pokoknya acara partai apapun kita turun," kata Irsa pada kumparan di Rumah Lembang, Menteng, Sabtu, (24/12).
Dalam sepekan berdagang di Rumah Lembang, ia mengantongi Rp 3-5 juta.
Setali tiga uang dengan Irsa, Afridul, 36 tahun, juga mencoba peruntungan di Rumah Lembang. Perantau asal Padang ini menjual kemeja dengan kisaran harga Rp 75-100 ribu. Sehari, ia meraih pendapatan kotor Rp 1 juta. Berbeda dengan Irsa, Dul sudah punya KTP Jakarta dan akan ikut Pilgub DKI pada 15 Februari mendatang.
Meski mencari rezeki di Markas Ahok, ia belum menentukan siapa yang akan dipilih.
"Pokoknya siapa yang terbaik, itu yang kita pilih," katanya.



NewsAhok - DjarotPilgub DKI Jakarta 2017Pilgub Jakarta 2017

500

Baca Lainnya