Pencarian populer

Begini Cara agar Anak Berkebutuhan Khusus Diterima di Masyarakat

Ilustrasi anak-anak (Foto: Thinkstock)

Bagi orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus atau abk pasti diharuskan untuk bisa memberikan perhatian lebih bagi anak mereka. Seringkali orang tua merasa kebingungan untuk menghadapi abk yang terkadang sulit untuk dikendalikan.

Sabar memang menjadi kunci utama tiap orang tua untuk mendidik anak-anaknya, terutama mereka yang memang dilahirkan dengan kebutuhan khusus. Abk tidak boleh dijadikan sebagai momok yang harus ditutupi oleh orang tua, karena mereka dinilai mempunyai kelebihan yang mungkin tidak dimiliki oleh anak normal lainnya.

Untuk menangani anak berkebutuhan khusus, Dessy Arnas, yang berprofesi sebagai Coach, Trainer, dan Motivator di salah satu lembaga konsultasi di Jakarta memaparkan cara terbaik untuk menghadirkan abk di tengah-tengah masyarakat normal agar mereka bisa bergaul dan berinteraksi dengan anak normal lainnya.

Ilustrasi anak berkebutuhan khusus berteman (Foto: Thinkstock)

"Orang tua harus bisa adjust anak berkebutuhan khusus untuk hadir di tengah-tengah masyarakat normal. Namun, sebelumnya orang tua harus memahami kondisi sang anak, oleh karena itu pemahaman mengenai sifat dan karakter anak harus diberitahu terlebih dahulu kepada orang sekitar agar mereka pun bisa lebih aware pada anak berkebutuhan khusus," papar Dessy, saat saat ditemui kumparan (kumparan.com) di SkyWorld Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (5/7).

"Tingkat kemampuan abk beradaptasi dengan orang sekitar tentu berbeda-beda. Sebaiknya orang tua memahami kebutuhan anak mereka terlebih dahulu agar anak pun bisa belajar untuk memahami kita," sambung Dessy.

Untuk mempersiapkan abk hadir di tengah-tengah masyarakat, Dessy mengimbau orang tua untuk tidak perlu takut dan malu menyekolahkan anak mereka di sekolah umum. Saat ini, sekolah umum juga sudah bisa menerima anak berkebutuhan khusus.

"Saya menyarankan untuk memasukkan abk ke sekolah umum agar mereka sedari kecil sudah bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dan bisa bergaul dengan anak normal lainnya. Karena anak-anak ini pun kelak akan terjun ke masyarakat sehingga penyesuaian sedari dini perlu dilakukan oleh orang tuanya," jelas Dessy.

"Semakin cepat orang tua melatih anak berkebutuhan khusus untuk berbaur dan berinteraksi dengan orang-orang normal maka lebih baik untuk mereka," lanjutnya.

Ilustrasi anak berkebutuhan khusus (Foto: Thinkstock)

Selain itu, orang tua juga bisa mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus ke dalam kegiatan yang bisa mengurangi gejala ASD. Kegiatan seperti terapi yoga dan terapi melukis dianggap Dessy sebagai kegiatan yang baik untuk melatih kemampuan mereka.

Terapi yoga dapat menurunkan sedikit tensi atau rasa tegang pada abk, sedangkan terapi melukis dipercaya mampu membuat abk menjadi lebih fokus dalam mengerjakan suatu hal.

Dessy juga mengungkapkan harapannya pada orang tua yang memiliki abk untuk bisa terus menggali potensi yang dimiiki anak mereka. "Orang tua tak boleh lelah untuk terus menggali potensi yang dimiliki oleh abk agar bakat mereka bisa tereksplor mengingat tingkat kreatifitas anak berkebutuhan khusus sangat tinggi," tutupnya mengakhiri wawancara.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.61