kumplus- Andi Alisjahbana
15 April 2021 18:18

Pesawat Amfibi dan Masa Depan Penerbangan Perintis Indonesia

“Tanah air kita ini ditakdirkan oleh Allah SWT terletak di antara dua benua dan dua samudera. Maka bangsa yang hidup di atas tanah air yang demikian itu hanyalah bisa menjadi suatu bangsa yang kuat jikalau ia jaya bukan hanya di lapangan komunikasi darat, tetapi juga di laut; dan di abad ke-20 ini dan seterusnya di lapangan komunikasi udara.”

Begitulah penggalan pidato Bung Karno di Hari Penerbangan Nasional 9 April 1962. Cukup jelas bahwa Indonesia harus menguasai dunia penerbangan untuk kepentingan bangsa dan tanah air. Di abad ke-21 ini, makin jelas bahwa dunia penerbangan berperan penting dalam peradaban manusia.
Pasca-deregulasi penerbangan di tahun 2000, dunia penerbangan terjadwal di Indonesia berkembang pesat. Deregulasi ini memunculkan maskapai-maskapai baru dan membuat jumlah penumpang udara domestik Indonesia naik tajam dari hanya 27 juta per tahun menjadi di atas 70 juta per tahun karena harga tiket yang lebih terjangkau.
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Konten Premium kumparan+
Kenapa tidak kita gunakan laut saja sebagai landasan pacu? Faktanya, 70 persen wilayah Indonesia berupa perairan. Simak opini tenaga ahli PT Dirgantara Indonesia, Andi Alisjahbana, pada daftar konten.