kumplus-Opini Andina Dwifatma

Mommy War

Andina menerbitkan novel Semusim, dan Semusim Lagi (2013) dan Lebih Senyap dari Bisikan (2021). Ia juga mengajar di Program Studi Ilmu Komunikasi, Unika Atma Jaya.
21 November 2022 17:10
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Di antara banyak topik perdebatan di media sosial, adu pendapat tentang ibu rumah tangga versus ibu bekerja adalah salah satu yang paling sering muncul. Biasanya perdebatan dipicu dari satu-dua twit kontroversial. Yang terbaru, sebuah twit menyebut bahwa menyuruh istri bekerja adalah akal-akalan pria kurang modal.
Twit tersebut ditulis oleh seorang ibu rumah tangga yang tadinya bekerja. Dia menemukan bahwa ternyata dia menikmati kehidupan domestik karena jadi punya waktu untuk memasak, berkebun, memanggang kue, dan lain-lain, sementara uang dari suami tetap mengalir. Andaikan twit ini berhenti sampai di sini tentu tidak akan ada keributan, tetapi buntut kalimat tentang “pria kurang modal” memang terasa judgemental.
Apakah semua suami yang mendukung istri bekerja, pelit karena tidak rela menanggung seluruh biaya rumah tangga? Tentu tidak. Apakah semua istri yang bekerja, bodoh karena mau-maunya diperalat capek-capek kerja padahal dia berhak untuk di rumah saja? Tentu tidak. Orang bekerja, atau diam di rumah, punya alasannya masing-masing. Tulisan ini tidak hendak membedah alasan-alasan itu (kolom replies di twit tersebut sudah seru sekali!), melainkan mengajak berefleksi bagaimana tajam dan kejamnya kritik terhadap perempuan, apa pun keputusan hidup yang diambilnya.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Kalau Anda lihat akun curhat @SeputarTetangga, niscaya Anda akan lebih religius karena sering menyebut nama-Nya: ya Tuhan, kok ada ya orang kayak begini? Kolom Andina Dwifatma, terbit tiap Senin, di kumparanplus.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten