Lipsus Krisis Parkir di Jakarta

Numpang Parkir

Andina menerbitkan novel Semusim, dan Semusim Lagi (2013) dan Lebih Senyap dari Bisikan (2021). Ia juga mengajar di Program Studi Ilmu Komunikasi, Unika Atma Jaya.
18 Januari 2022 9:09
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Peristiwa ini sedang hangat dibicarakan di RT kami: seorang pemilik mobil marah-marah dan menerobos masuk ke rumah tetangga dengan membawa parang, karena masalah numpang parkir.
Keributan disebabkan oleh si pemilik mobil yang merasa berhak memarkir kendaraannya di bahu jalan, persis di seberang rumah tetangga di ujung gang. Jika hal ini dilakukan sekali-dua kali, atau hanya jika sedang ada tamu, tentu tak mengapa. Masalahnya, si pemilik mobil memperlakukan bahu jalan yang cuma segitu-gitunya bagai garasi pribadi. Ia letakkan mobilnya berhari-hari di situ, siang dan malam, bahkan sampai berminggu-minggu. Si tetangga jadi harus bermanuver sedemikian rupa demi memasukkan dan mengeluarkan mobil dari garasinya sendiri.
Suatu malam, si tetangga barangkali sudah habis akal. Dia tempelkan tulisan DIJUAL pada kaca belakang mobil sialan itu. Tak lupa ia selipkan ranting-ranting dan dedaunan kering di sela-sela jendela agar betul-betul tampak bagaikan kendaraan buangan yang menyedihkan. Paginya, geger antara pemilik mobil dan si tetangga tak terhindarkan. Beberapa orang menyimak adu mulut dengan khusyuk dari balik pagar rumah masing-masing, sementara mereka yang suka menyerempet bahaya diam-diam merekam dan mengambil gambar dengan kamera.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanPLUS
Apakah semua suami yang mendukung istri bekerja, pelit karena tidak rela menanggung biaya rumah tangga? Apakah semua istri yang bekerja, bodoh karena mau-maunya diperalat? Tentu tidak. Kolom Andina Dwifatma, terbit tiap Senin, di kumparanplus.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten