kumplus-Opini Andina Dwifatma- Toilet Kering

Perihal Air

Andina Dwifatma
Andina menerbitkan novel Semusim, dan Semusim Lagi (2013) dan Lebih Senyap dari Bisikan (2021). Ia juga mengajar di Program Studi Ilmu Komunikasi, Unika Atma Jaya.
10 Oktober 2022 13:35 WIB
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Air kerap kali menjadi peristiwa budaya yang menarik, apalagi kalau itu dialami oleh orang yang pertama kali tinggal di luar negeri buat jangka waktu yang lama. Waktu saya baru tiba di Australia setelah menunggu dua tahun border dibuka, salah seorang dosen pembimbing dengan wajah khawatir bertanya apakah saya tahu bahwa air keran di sini bisa diminum.
“Tentu saja tahu,” kata saya, agak tersinggung. “Saya toh tidak udik-udik amat.”
Dosen pembimbing buru-buru minta maaf. Soalnya, dia cerita, ada salah satu mahasiswa dari Indonesia yang tidak menyadari hal ini dan selama berbulan-bulan membeli air minum botolan di minimarket. Tentu saja mahalnya amit-amit buat kantong pelajar, apalagi yang biaya hidupnya mengandalkan beasiswa.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten