Cireng bumbu rujak

Sebungkus Cireng di Status WhatsApp

Andina menerbitkan novel Semusim, dan Semusim Lagi (2013) dan Lebih Senyap dari Bisikan (2021). Ia juga mengajar di Program Studi Ilmu Komunikasi, Unika Atma Jaya.
11 Januari 2022 8:56
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Mengamati status WhatsApp adalah hal yang kurang penting tapi mengasyikkan. Kita bisa tahu teman kita sedang jalan-jalan ke mana, jajan apa, dan bertemu siapa. Kita bisa ikut gemas kalau ada yang membagikan foto balita tertawa. Dan, kalau ada yang berantem atau curhat #nomention, kita jadi seperti sedang nonton sinetron.
Yang tak kalah marak akhir-akhir ini adalah status WhatsApp berisi barang dagangan. Dari buah sampai masker, dari lauk beku sampai hidangan siap makan, dari botol minum sampai sembako. Tren ini juga terjadi di RT kami. Ibu-ibu (ada juga bapak-bapak, tapi jumlah mereka relatif sedikit) ramai menawarkan dagangan masing-masing bermodalkan hape.
Tetangga yang sudah sejak dulu membuka toko kelontong kini mengalihkan promosi tokonya ke ranah daring. Setiap pagi dia memposting stok dan daftar harga di status, disertai dengan caption “japri ya bunda-bunda sholehah..”
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanplus
Rombongan pasar malam menghadirkan keramaian yang tanpa syarat dan kebersamaan yang tidak dibuat-buat. Anak kampung dan kompleks berbaur dalam binar dan kegirangan yang sama. Kolom Andina Dwifatma, terbit tiap Selasa, di kumparanplus.