• 4

Berapa Harga 51 Persen Saham Freeport?

Berapa Harga 51 Persen Saham Freeport?


PT Freeport Indonesia

Area Operasi PT Freeport Indonesia (Foto: Dok. PT Freeport Indonesia)
Pelapasan 51 persen saham PT Freeport Indonesia untuk pemerintah merupakan salah satu poin yang disepakati dari hasil negosiasi. Namun, mekanisme divestasi tersebut saat ini masih dibahas kedua belah pihak.
CEO Freeport McMoRan, Richard Adkerson, mengatakan pihaknya menginginkan harga 51 persen saham yang akan dilepas perusahaan harus dinilai sesuai dengan harga pasar.
"Tentunya akan dilepas dengan nilai pasar yang fair, dan kami masih mendiskusikannya lebih lanjut dengan pemerintah," kata Adkerson dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (29/8).
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2017, pemerintah pusat akan menjadi prioritas utama dalam pembelian saham Freeport. Baru kemudian BUMN, BUMD dan swasta nasional. Namun hingga saat ini, belum ada keputusan berapa harga yang ditawarkan pemerintah maupun yang ditawarkan oleh Freepport.
Pada 24 Februari 2017, Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Hadi M. Djuraid, pernah menyampaikan soal harga dari 51 persen Freeport yang ditawarkan pemerintah dan yang diinginkan perusahaan tambang yang berbasis di Arizona, Amerika Serikat tersebut/
Hadi memastikan pemerintah mampu membeli saham yang harus dilepas Freeport. Menurut dia, dari hitungan pemerintah divestasi 51 persen saham PT Freeport nilainya ditaksir hanya sekitar Rp 30 triliun. Hitungan itu berdasarkan kapitalisasi pasar Freeport yang berkisar 19 miliar dolar AS.
Sementara pada tahun lalu, Freeport menawarkan 10,64 persen sahamnya senilai 1,7 miliar dolar AS atau sekitar 15,9 miliar dolar AS untuk 100 persen saham berikut cadangan sampai tahun 2041.
Artinya, untuk harga 51 persen saham adalah 8,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 110 triliun. Namun pemerintah tidak mau harga saham tersebut dihitung berikut dengan nilai cadangan emas dan tembaga.
Terkait cadangan emas dan tembaga di areal tambang Grasberg, Tembagapura, Mimika, Papua, Freeport mengklaim hitungan cadangan saat penandatangan Kontrak Karya 1991 ditaksir mencapai 3,8 miliar ton.
Hingga kontrak periode dua berakhir pada 2021, perusahaan mengklaim hanya bisa mengeruk emas dan tembaga di Grasberg sekitar 1,7 miliar ton. Sisa cadangan emas dan tembaga hingga 2041 diklaim mencapai 2,1 miliar ton emas dan tembaga.



EkonomiTambangFreeportESDMRichard C. Adkerson

500

Baca Lainnya