kumparan
10 Nov 2017 11:20 WIB

Digitalisasi, BRI Akan Kurangi 15% Karyawan Teller dan CS

Gedung Bank BRI (Foto: Wikimedia Commons)
Era digital sektor perbankan sudah tak terbendung lagi. Tuntutan pelayanan kepada nasabah yang efisien, serba cepat dan mudah, membuat perbankan harus bisa menjawab kebutuhan dengan sistem teknologi digital.
ADVERTISEMENT
Namun, ada yang terkena dampak dari digitalisasi tersebut: karyawan. Pegawai bank bagian teller atau costumer service (CS) akan tergantikan oleh perangkat lunak berupa internet mobile banking.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengakui soal itu. Bank milik BUMN tersebut pada tahun depan rencananya akan memindahkan 15% karyawannya di bidang support seperti customer service dan teller ke bagian marketing.
Direktur BRI, Priyastomo, mengatakan pemindahan sejumlah karyawan di bidang support tersebut merupakan kebijakan perusahaan dalam digitalisasi layanan. Sebab saat ini, masyarakat ingin dimudahkan dalam mengakses pelayanan perbankan.
“Layanan support ke depan akan kita ubah. Pegawai di bagian support kita kurangi, kita alihkan ke marketing. Ini akan berdampak pada proses bisnis yang lebih bagus,” kata Priyastomo di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (10/11).
ADVERTISEMENT
Berdasarkan catatan perusahaan, total karyawan BRI saat ini sebanyak 130 ribu orang. Adapun jumlah karyawan support di BRI tercatat sebanyak 55%, sementara 45% adalah karyawan di bidang marketing.
“Di tahun 2018 akan kita ubah. Karyawan support hanya 40%, sementara marketing sebesar 60%. Akan kita geser 15% karyawan support ke marketing,” papar Priyastomo.
Dia menambahkan, nantinya pegawai dari bagian support tak hanya dimutasi ke bagian marketing BRI saja, melainkan juga ada yang akan ditempatkan pada anak perusahaan. Dengan demikian, seluruh karyawan BRI akan terakomodir dan tidak ada yang dirumahkan.
“Kita tidak ingin merumahkan karyawan, itu bukan pilihan. BRI sudah punya grup perusahaan yang bisa kita optimalkan dalam penyaluran SDM,” tegasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan