• 7

Ini Penyebab Harga Cabai Masih Mahal

Ini Penyebab Harga Cabai Masih Mahal



Cabai

Cabai di Pasar tradisional (Foto: Dimas Ardian/Bloomberg via Getty Images)
Harga cabai merah keriting dan cabai rawit tercatat masih melambung tinggi di beberapa pasar di Jakarta. Di pasar Jatinegara, misalnya, harga cabai merah keriting pada hari ini, Senin (26/12) masih bertahan Rp 60 ribu per kilogram. Padahal, harga normalnya hanya Rp 55 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang cabai merah keriting di pasar Jatinegara, Jasiah, 48 tahun, mengatakan harga cabai sudah naik sejak Senin pekan lalu. “Biasanya menjelang tahun baru naik lagi,” kata Jasiah saat ditemui kumparan di Pasar Jatinegara, Senin (26/12). Selain cabai merah keriting, harga cabai rawit merah biasa juga mengalami kenaikan. Jika pekan lalu harganya Rp 75 ribu per kilogram, hari ini harganya sudah mencapai Rp 80 ribu per kilogram.

Cabai

Cabai di Pasar tradisional (Foto: Dimas Ardian/Bloomberg via Getty Images)
Sementara di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, harga cabai merah keriting di sana Rp 40 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit merah, mencapai Rp 75 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 60 ribu per kilogram. "Naiknya sebelum Natal," ujar Dariah (50), salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta.
Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Jawa Timur, Sukoco, mencatat kenaikan paling parah terjadi di tingkat ritel yang saat ini mencapai Rp 90 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram. Menurut dia, melonjaknya harga cabai disebabkan para petani yang mematok harga terlalu mahal, yakni Rp 60 ribu per kilogram atau naik dari harga normal Rp 15 ribu per kilogram.“Harga sekarang di tingkat petani Rp 60 ribu sampai Rp 65 ribu per kilogram. Itu kualitas bagus. Harga normalnya Rp 15 ribu per kilogram,” kata Sukoco.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo, mengatakan tingginya harga cabai disebabkan terganggunya suplai ke pasar karena musim hujan yang berdampak pada produksi petani. Namun, kata dia, harga cabai sebetulnya cenderung turun dibanding November lalu. “Puncak kemahalan harga cabai di November. Desember proses penurunan harga,” katanya.
Pada November lalu, cabai memang menjadi salah satu penyumbang inflasi yang cukup signifikan. Dari catatan BPS, inflasi pada November 2016 tercatat 0,47 persen. Namun Sasmito mengaku optimistis pada Desember, cabai tidak lagi menjadi komponen terbesar menyumbang inflasi. “Desember ada peluang penurunan harga cabai,” ucapnya.

CabaiJakartaEkonomi

500

Baca Lainnya