Jawaban Jokowi soal Melambungnya Harga Cabai


Rakernas Pertanian 2017

Presiden Jokowi bersama dua menterinya. (Foto: Nicha Muslimawati/kumparan)
Presiden Joko Widodo akhirnya buka suara terkait meroketnya harga cabai di pasaran. Menurut Jokowi, kenaikan harga cabai yang sudah terjadi sejak Desember 2016 disebabkan cuaca buruk.
"Yang namanya harga tergantung suplai dan demand. Kadang musiman dan kedua karena 2016 jelek cabe," kata Jokowi usai blusukan di Pasar Kajen, Kabupaten Pekalongan, seperti dilansir Antara, Senin (9/1).
Menurut Jokowi, harga komoditas cenderung akan fluktuatif jika suplai terganggu akibat kondisi cuaca. Dia meminta masyarakat mensubstitusi jenis cabai yang selama ini dikonsumsi sepanjang suplai cabai rawit merah belum normal. “Yang cabai rawit merah Rp 100 ribu. Cabai lain yang merah 50 (ribu), ijo 45-50 (ribu),” katanya.
Selain itu, Jokowi mengatakan saat ini Menteri Pertanian Amran Sulaiman tengah membagikan bibit cabai dalam gerakan nasional penanaman 50 juta pohon cabai di pekarangan. Gerakan itu dipusatkan di Lapangan Tembak Divisi Infantri I Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat.
Kementan melibatkan ibu penggerak PKK Pusat dan daerah dalam gerakan tersebut. Sehingga diharapkan penanaman 20 batang di setiap rumah tangga bisa terealisasi. Dengan langkah tersebut, diharapkan masyarakat tidak terpengaruh dengan kenaikan harga cabai.

Harga Cabai NaikCabai Rawit MerahEkonomiJokowiBisnis

Comment

sepertinya masyarakat lain juga bisa menanam cabai di pekarangan rumah walaupun tidak dibagikan bibit oleh mentri pertanian, bibitnya mudah didapat, mudah tumbuh dan tidak butuh lahan luas dipot juga bisa, lumayan banget kan kalau harga cabai sedang melonjak seperti ini 😂


|

http://www.astra-honda.com/


|

    Wah untungnya pernyataan presiden kita disertakan solusi ya:) jadi mungkin masyarakat bisa sedikit "tenang". Tapi untuk program pembagian bibit kan perlu waktu (walaupun singkat), nah kalo untuk solusi tercepat untuk menurunkan harga caba untuk sekarang2 ini apa ya?


    |

      Related Stories

      Recommendations

      Giri Marhara, Hidup Berkubang Sampah
      18 13
      Wiji Thukul: Melawan dan Menghilang
      14 1
      INSIDE: Denyut Penjara Perempuan Tangerang
      5 0
      Jejak Habib di Indonesia
      5 6
      Penyambung Lidah Para Presiden
      9 8
      Kritik dan Aplaus untuk Klub-klub Sepak Bola yang Berganti Logo
      5 6
      Perdagangan Film Biru di Kawasan Glodok: Keping DVD dan Flashdisk
      4 1
      VIDEO: Mengenang Wiji Thukul
      9 1
      Habib Rizieq Mengaku Hanya Melakukan Koreksi Soal Logo Palu Arit
      0 0
      Mantan Wamen Nyupir, Why Not?
      27 19