• 4

Melihat Perkembangan Proyek Tol Cisumdawu

Melihat Perkembangan Proyek Tol Cisumdawu


Proyek Tol Cisumdawu

Proyek Tol Cisumdawu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Proyek Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu sepanjang 61 km ditargetkan bisa beroperasi pada 2019. Jalan tol yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah tengah dan utara Jawa Barat sehingga bisa mengurangi biaya logistik.
Dari data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, konstruksi seksi 2 phase I Ranca Kalong-Ciherang (6,35 km) kini sudah dalam penyelesaian akhir. Sedangkan seksi 2 phase II Ciherang-Sumedang (10,70 km), progres konstruksinya telah diatas rencana dengan realisasi 13% dari rencana 11%.
“Tol ini juga akan menghubungkan kawasan strategis nasional Cekungan Bandung dengan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/9).

Proyek Tol Cisumdawu

Proyek Tol Cisumdawu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Adapun salah satu pekerjaan pada seksi ini adalah pembangunan terowongan menembus bukit di Desa Cilengser dengan panjang terowongan mencapai 472 meter dengan diameter 14 meter. Saat ini, pembangunan terowongan tersebut sudah menembus sepanjang 65 meter.
Selain itu, pada ruas ini juga dilakukan pembangunan Jembatan Cinampel, yang sedang dalam tahap pengecoran pilar. Ditargetkan penyelesaian pembangunan Seksi 2 tahap II akan selesai seluruhnya dan beroperasi pada 2019.
Jalan tol yang menelan biaya mencapai Rp 8,41 triliun ini diharapkan bisa mempersingkat waktu tempuh Bandung-Sumedang yang merupakan kawasan konsentrasi pendidikan. Selain itu, jalan tol ini bisa membagi beban lalu lintas di Jalan Cadas Pangeran yang selalu padat serta akan terkoneksi dengan Tol Cikampek-Palimanan yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa.

Proyek Tol Cisumdawu

Proyek Tol Cisumdawu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Tol Cisumdawu dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Untuk meningkatkan kelayakan investasi di ruas tol tersebut, pemerintah memberikan dukungan berupa pembiayaan dan konstruksi pada Seksi 1 Cileunyi-Ranca Kalong (11,45 km) dan Seksi 2 Ranca Kalong – Sumedang (17,05 km).
Namun, persoalan masih terjadi pada pembangunan seksi 1 tol Cisumdawu terkait pembebasan lahan. Hingga saat ini, perkembangan pembebasan lahannya masih baru mencapai 37%.
Sementara pada seksi 3 hingga seksi 6 (32,6 km) yang menghubungkan Sumedang-Cimalaka-Legok-Ujungjaya-Dawuan dan akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dibangun oleh BUJT yakni PT. Citra Karya Jabar Tol.

Proyek Tol Cisumdawu

Proyek Tol Cisumdawu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Untuk seksi 3-6 tersebut hingga saat ini masih dalam tahap pengadaan lahan. Namun untuk pembangunan seksi 3 Sumedang-Cimalak (3,75 km), pembebasan lahannya kini sudah mencapai 98%.
Sedangkan untuk lahan Seksi 4-6 dalam proses revisi penetapan lokasi dan persiapan dana talangan untuk pembebasan lahan oleh BUJT. Ditargetkan pengadaan lahan akan selesai pada bulan April 2018.
Komposisi saham PT. Citra Karya Jabar Tol sebagai pemegang hak konsesi Tol Cisumdawu selama 40 tahun yakni PT. Citra Marga Nusaphala Persada (51%), PT. Waskita Karya (15%), PT. Pembangunan Perumahan (14%), PT. Brantas Abipraya (10%) dan PT. Jasa Sarana (10%).

EkonomiTolTol CisumdawuKementerian PUPRBasuki Hadimuljono

500

Baca Lainnya