• 1

Menjelang Akhir Tahun, Ratusan Orang Mulai Antre di Loket Tax Amnesty

Menjelang Akhir Tahun, Ratusan Orang Mulai Antre di Loket Tax Amnesty



Tax Amnesty

Antrian pembayar tax amnesty (Foto: Nicha Muslimawati/kumparan)
Antrean terpantau mulai cukup banyak di loket pembayaran pengampunan pajak atau tax amnesty di Gedung Uutama Direktorat Pajak Kementerian Keuangan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (27/12). Hingga siang ini, ada sekitar 480 orang wajib pajak yang menunggu giliran dipanggil.
Haryadi, salah seorang pegawai swasta yang ikut program pengumpanan pajak, mengaku datang sejak pukul 6 pagi agar tak lama antre. Dia ikut program tax amnesty karena selama empat tahun tak membayar pajak. “Saya enggak tahu tata cara bayar pajak waktu itu, karena enggak update berita," kata Haryadi.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak, Hestu Yoga Saksama, menjelang akhir tahun ini ada penambahan lima loket layanan untuk mengantisipasi membludaknya peserta tax amnesty pada akhir tahun. Ada 48 loket yang disediakan untuk melayani wajib pajak. "Bahkan kami sampai buka tiga shift sampai malam nanti," katanya.
Sebenarnya, proses pengurusan amnesti pajak tidak memakan waktu yang lama. Jika seluruh form telah diisi dengan benar, prosesnya hanya menghabiskan waktu sekitar sepuluh menit. Padahal, sebelumnya pelayanan membutuhkan waktu hingga 30 menit. “Sekarang lebih cepat,” kata Hestu.
Berdasarkan data Direktorat Pajak, per 20 Desember 2016 penerimaan pajak dari program tax amnesty periode dua sudah mencapai Rp 101 triliun. Sementara jumlah peserta yang ikut tax amnesty sebanyak 118.957 wajib pajak dengan 124.074 Surat Pernyataan Harta (SPH).
Periode dua pengampunan pajak akan berakhir pada bulan ini. Tarif yang dikenakan pada periode ini sebesar 3 persen untuk repatriasi atau deklarasi yang berasal dari dalam negeri dan 6 persen untuk deklarasi luar negeri. Sementara pada periode satu, tarif hanya 2 persen dari dalam negeri dan 4 persen dari luar negeri.
Adapun tax amnesty periode ketiga akan dimulai pada Januari hingga Maret 2017. Tarif yang dikenakan lebih tinggi lagi, yakni 5 persen untuk deklarasi atau repatriasi dalam negeri dan 10 persen untuk deklarasi luar negeri.

PajakEkonomiKeuangan

500

Baca Lainnya