News
·
7 Juli 2017 20:06

Pembangkit Listrik Panas Bumi di RI Capai 1.698,5 MW

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pembangkit Listrik Panas Bumi di RI Capai 1.698,5 MW (66644)
Ilustrasi geothermal (panas bumi) (Foto: Pixabay)
Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM melaporkan pencapaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) hingga semester I 2016 sudah mencapai 1.698,5 Mega Watt (MW) di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
Direktur Panas Bumi ESDM, Yunus Saefulhak, mengatakan angka itu meningkat sebanyak 55 MW dibanding capaian akhir tahun 2016 yang sebesar 1.643,5 MW. Kenaikan daya tersebut disumbang dari kapasitas terpasang PLTP Ulubelu Unit 4 dengan daya 55 MW.
"Capaian pembangkit panas bumi yang beroperasi semester I atau Triwulan II mencapai 1.698,5 MW," kata Yunus di kantornya, Jakarta, Jumat (7/7).
Menurut Yunus, capaian tersebut akan terus bertambah hingga akhir tahun ini yang ditargetkan akan mencapai 1.858,5 MW. Penambahan tersebut disumbang dari PLTP Sarulla sebesar 110 MW, PLTP Karaha sebesar 30 MW, dan PLTP Sorik Marapi 20 MW.
"Akhir Desember nanti diperkirakan bisa mencapai 1858,5 MW," ujarnya.
Sementara itu Dirjen Energi Terbarukan, Rida Mulyana, mengatakan Indonesia akan mengungguli Filipina dalam pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi listrik. Filipina saat ini tercatat menggunakan panas bumi sebagai sumber energinya sebesar 1.870 MW.
ADVERTISEMENT
"Filipina nomor dua di dunia 1.870 MW, tapi dia sudah decline (turun) sekitar 1.700 MW. Kalau 2018 kita sudah pasti menyalip Filipina," kata Rida.
Menurut Rida, pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi pun akan terus dikembangkan ke depan. Pada 2018, diperkirakan kapasitas terpasang PLTP di Indonesia mencapai 2.023,5 MW dan perlahan mencapai 3.559,5 MW pada 2021 mengungguli Amerika Serikat (AS) yang saat ini sudah mencapai 3.450 MW.
Selain PLTP, Rida mengaku juga tengah pembangunan pembangkit listrik Bio Energi. Hingga semester I 2017, pembangkit listrik Bio Energi sudah mencapai 1.799,9 MW.
Sementara untuk pemanfaatan tenaga surya dan mikro hidro, saat ini sudah mencapai 12,45 MW pada semester I 2017. Rida mengatakan pembangkit listrik Surya dan Mikro Hidro mencapai 124,28 MW pada akhir 2017.
ADVERTISEMENT
"Target kita memang sedikit ambisius, dari 9 MW ke 124 MW. Ini karena kita terapkan feed in tariff (pembayaran energi terbarukan) waktu itu," ujar Rida.