• 2

Video: Melihat Langsung Pulau Tiga Natuna yang Semakin Benderang

Video: Melihat Langsung Pulau Tiga Natuna yang Semakin Benderang


Warga di Pulau Tiga, Kecamatan Tiga Barat, Natuna, Kepulauan Riau, kini boleh bahagia. Mereka akhirnya bisa menikmati listrik lebih lama. Jika sebelumnya jatah setrum yang diapat hanya 7 jam per hari, kini listrik bisa menyala selama 14 jam.
Aliran listrik ini diperoleh setelah PT PLN (Persero) membangun PLTD Tanjung Kumbik, Pulau Tiga. BUMN listrik ini membangun PLTD dengan kapasitas 3x500 kilowatt (kw) untuk melistriki 4 desa di Kecamatan Pulau Tiga Barat, yaitu Desa Pulau Tiga, Desa Tanjung Kumbik Utara, Desa Setumuk, dan Desa Selading.

Pemasangan PLTD Pulau Tiga, Natuna

Pemasangan PLTD Pulau Tiga, Natuna (Foto: Dewi Rachmat Kusuma/kumparan)
Dari empat desa itu, saat ini baru dua desa yang teraliri listrik selama 7 jam. Listrik di desa tersebut baru menyala pukul 17.00 hingga 00.00 waktu setempat. Setelah ada PLTD, listrik akan bisa menyala hingga 14 jam sampai pukul 7 pagi. Hal tersebut juga berlaku untuk 2 desa yang belum teraliri listrik.
Pasokan listrik memang menjadi masalah di setiap daerah pelosok atau perbatasan. Natuna merupakan salah satu kepulauan terluar, paling utara di selat Karimata dan berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja.
Untuk mencapai sana, dari Batam membutuhkan waktu yang panjang dan jalan yang berliku. Setelah penerbangan dari Jakarta mendarat di Batam, masih harus menyambung menggunakan pesawat jarak pendek jenis ATR sekitar satu jam untuk menuju bandara Ranai, Natuna.
Dari situ, harus melanjutkan perjalanan darat hingga kurang lebih 2 jam menuju Selat Lampa. Setelah itu lanjut menggunakan kapal laut sekitar 40 menit untuk sampai di Pulau Tiga.
Perjalanan belum berhenti di situ, untuk menuju lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Pulau Tiga, harus dilewati dengan menggunakan kendaraan roda dua sekitar 15 menit.


EkonomiListrikPembangkit ListrikPLNNatuna

500

Baca Lainnya