Food & Travel
·
31 Oktober 2020 5:39

Meskipun Pandemi, Destinasi Wisata Desa Sade Tetap Dibuka

Konten ini diproduksi oleh Anisa Eka
Meskipun Pandemi, Destinasi Wisata Desa Sade Tetap Dibuka (565350)
Wisata Desa Sade berada di Lombok Tengah, NTB, Kamis (29/10/20). Foto: (Kumparan.com/Anisa Eka)
Lombok Tengah, Kumparan.com – Tidak menjadi penghalang destinasi wisata Desa Sade tetap dibuka walau dilanda pendemi Covid-19. Salah satu dari sekian destinasi wisata di Lombok yang sangat menarik bagi para pengunjung untuk dikunjungi yaitu Desa Sade yang terletak di Rembitan, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Desa Sade tetap membuka bagi para pengunjung yang ingin mengenal lebih jauh adat, tradisi dan budaya yang ada di Lombok.
ADVERTISEMENT
Desa Sade ini menjadi sangat terkenal dan menarik bagi para wisatawan luar negeri maupun dalam negeri karena di desa ini merupakan desa yang masih mempertahankan tradisi, budaya dan adat dari peninggalan nenek moyang mereka. Dimana warga penduduk asli Desa Sade ini memiliki suku yang dinamakan suku Sasak. Keunikan dari suku ini yaitu bagi gadis berumur 16 tahun harus sudah bisa menenun dan boleh menikah untuk diusianya yang masih terbilang muda ini. Kemudian, tardisi menikah penduduk asli ini menggunakan tradisi kawin culik atau merariq yang dimana menikah tanpa harus melamar. Masih banyak keunikan lainnya dari desa ini sehingga dapat menarik perhatian dari wisatawan dalam maupun luar negeri. Kemudian, warga dari penduduk asli desa tersebut memperjualkan hasil karyanya kepada pengunjung sebagai oleh-oleh. Hasil karyanya berupa kain tenun, selendang, kayu ukir, topeng, kalung, gelang dan aksesoris Lombok lainnya.
Meskipun Pandemi, Destinasi Wisata Desa Sade Tetap Dibuka (565351)
Proses pembuatan kerajinan kain tenun khas Lombok (Kumparan.com/Anisa Eka)
Nur Irsani, salah satu gadis asli Desa sade sekaligus pedagang oleh-oleh ini mengatakan bahwa mengalami dampak dari pandemi Covid-19 yaitu dari ekonomi yang turun sampai penurunan pengunjung dari sebelum dan sesudah pandemi Covid-19 yang dimana sebelumnya cukup ramai pengunjung di setiap hari weekend.
ADVERTISEMENT
“Kalau sebelum pandemi, disini ramai pengunjung, untuk sekarang sesudah pandemi ini kurang yang datang pengunjung, biasanya ramai pengunjung di hari Sabtu dan Minggu tapi sekarang tidak terlalu ramai seperti biasanya, sehingga dampaknya disini mengalami kekurangan dari segi ekonominya,” tuturnya saat diwawancarai, Kamis (29/10/20).
Dikarenakan destinasi wisata yang dilanda pandemi Covid-19, masyarakat Sade mengalami penuruan ekonomi yang cukup signifikan. Oleh sebab itu, menurukan harga penjualannya menjadikan solusi agar pengunjung tetap berkunjung dan membeli produk hasil karya dari desa tersebut.
“Secara garis besar ekonomi wisata di Desa Sade ini mengalami penurunan ekonomi sekitar 60%, karena pengunjung dari luar negeri sudah sangat jarang sekarang, karena sebagian besar pembelinya dari luar negeri yang langsung memborong banyak barang dengan perbedaan harga yang lebih mahal dari harga domestik, penurunan harga untuk kain tenun sekitar seratus ribu rupiah awalnya, turun menjadi delapan puluh ribu rupiah, tidak apa-apa untung sedikit yang penting ada pemasukannya,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Meskipun wisata Desa Sade tetap dibuka di tengah masa pandemi Covid-19 ini, protokol kesehatan tetap dijalankan sebagaimana mestinya dan wajib dipatuhi bagi para pengunjung maupun warga Desa Sade.
“Bagi pengunjung dan warga disini tetap mengikuti standar protokol kesehatan pemerintah dan sudah disediakan juga fasilitas disini seperti wastafel dengan sabun pencuci tangan dan Handsanitizier,” katanya.
Wisata Desa Sade tetep membuka untuk pengunjung walaupun di tengah pandemi Covid-19 dikarenakan selain menjadi salah satu mata pencaharian penduduk Desa Sade sendiri, juga ingin memperkenalkan budayanya ke masyarakat luas. Kemudian, Nur Irsani juga berharap agar pandemi Covid-19 ini cepat berlalu agar bisa menstabilkan perekonomiannya kembali dan ingin berjalan normal seperti biasanya.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white