Pencarian populer

Dengan Tendangan Panenka, Icardi Akhiri Puasa Kemenangan Inter Milan

Mauro Icardi merayakan gol Inter Milan ke gawang Udinese. (Foto: Miguel Medina/AFP)

Inter Milan mengakhiri puasa kemenangan yang sudah berlangsung empat pertandingan. Menjamu Udinese di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (16/12/2018) dini hari WIB, pasukan Luciano Spalletti menorehkan hasil 1-0 berkat penalti ala Antonin Panenka dari Mauro Icardi.

Hasil ini tak cuma mengakhiri paceklik tripoin Inter Milan, tetapi juga membuat mereka bertahan di posisi ketiga klasemen sementara Serie A dengan raihan 32 poin dari 16 laga. Terbentang keunggulan empat angka atas rival sekotanya, AC Milan, di posisi kelima.

***

Menatap laga dengan misi mengakhiri puasa kemenangan, Inter Milan turun dengan hampir seluruh pemain terbaiknya. Hanya minus Ivan Perisic dan Radja Nainggolan yang baru pulih dari cedera. Keduanya menduduki bangku cadangan.

Dalam formasi 4-3-3, trio gelandang berisikan Joao Mario, Marcelo Brozovic, dan Borja Valero. Sementara guna mendukung Mauro Icardi sebagai ujung tombak, pelatih Luciano Spalletti memasang Keita Balde dan Matteo Politano di sisi sayap.

Kalau acuannya otoritas permainan, tidak ada masalah dengan komposisi tersebut. I Nerazzurri tercatat menguasai 69 persen bola dan melepaskan 4 tembakan tepat sasaran dari 14 upaya. Kuasa Inter juga membuat kiper Samir Handanovic kurang berkeringat. Maklum saja, Udinese hanya melakukan 1 ancaman ke gawang sepanjang laga.

Yang menjadi masalah adalah konversi peluang Inter. Ya, lihat saja statistik yang sudah dituliskan di atas, begitu banyak upaya melenceng dari gawang. Salah satunya ancaman pertama lewat tandukan Mauro Icardi pada menit ke-22. Bola melebar tipis dari gawang Juan Musso.

Saat percobaan jitu dilancarkan Inter, giliran Musso tampil apik sehingga melanjutkan kebuntuan pasukan Spalletti. Kiper Argentina ini sempat menghalau bola sepakan Kwadwo Asamoah pada menit ke-29 dan tendangan voli Keita saat paruh pertama menyisakan dua menit.

Skor 0-0 mendorong Spalletti untuk melakukan perubahan di babak kedua. Borja Valero dan Keita ditarik keluar, sementara Lautaro Martinez dan Perisic masuk sebagai pengganti.

Keputusan sang juru taktik tergolong tepat karena proses gol Inter tak lepas dari peran Perisic. Winger Kroasia ini membuat bola mengenai tangan gelandang Udinese, Seko Fofana. Insiden ini sempat luput dari mata wasit Rosario Abisso, tetapi bantuan video assistant referee memaksa sang pengadil menunjuk titik putih.

Mauro Icardi melakukan tembakan panenka saat Inter Milan mengalahkan Udinese. (Foto: Miguel Medina/AFP)

Icardi kemudian maju sebagai eksekutor. Tak ada aksi heroik dari Musso kali ini. Dia bergerak terlalu cepat sehingga tercipta ruang begitu besar yang dimanfaatkan Icardi untuk melepaskan tembakan chip ke tengah gawang.

Kedudukan 1-0 merangsang Udinese untuk tampil lebih terbuka. Situasi ini menguntungkan Inter untuk mengekspos ruang kosong via serangan balik. Dari serangan kilat Inter pula, jala gawang Musso kembali bergetar lewat tandukan Icardi pada menit ke-89. Untung buat tim tamu, hakim garis sudah mengangkat bendera sebagai penanda bahwa sang striker terjebak offside.

Sampai peluit panjang dibunyikan wasit, Udinese gagal mengejar defisit satu angka. Tripoin lantas dipetik Inter Milan untuk menghapus lara setelah tersingkir dari Liga Champions.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: