kumplus- Opini Anto Arief

20 Tahun Dutty Rock: Pembuka Jalan Sean Paul, Duta Reggae/Dancehall

Pemred Pophariini.com. Suka membaca tentang musik dan subkultur anak muda. Pernah bermain gitar untuk Tulus nyaris sewindu, lalu bernyanyi dan bermain gitar untuk 70sOC.
13 Agustus 2022 9:35
·
waktu baca 7 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
“Bidda Bang, Bang, Bang!” Jika kamu sering dengar frasa ini di lagu-lagu dance popular global, yakinlah bahwa itu adalah milik Sean Paul. Jalan duta reggae/dancehall itu dibuka oleh album keduanya yang sukses secara global, Dutty Rock, yang kini memasuki umur 20 tahun.
Sean Paul baru saja melepas album studio ketujuhnya, Scorcha, Juli kemarin. Rapper dan penyanyi dancehall yang lahir dan besar di Jamaika itu kini menjalani kesuksesannya sebagai duta reggae/dancehall global. Berbagai hit serta kolaborasi telah ia hasilkan. Nama-nama besar seperti Beyonce, Sia, Dua Lipa, Rihanna dan Pitbull pernah berkolaborasi dengannya. Semuanya memperoleh kesuksesan yang masif.
Tapi, sebentar, makhluk apakah dancehall ini? Ciri khasnya begini: musiknya minim instrumen live, dominan synth bass dan drum elektrik yang berdentum, sample (mengambil potongan musik lain) bertebaran, dengan vokal merepet kata-kata cepat bak rapper tapi dengan aksen Jamaika kental—istilah mereka: toast. Semua itu dibalut irama menghentak yang cocok untuk diputar di pesta-pesta besar. Namun, ini beda harkatnya dengan musik dancehall di akhir era 70an/awal 80an, yang merupakan musik dari kawasan kumuh ghetto di Jamaika. Dancehall masa itu tabu, apalagi bagi Sean Paul yang waktu itu besar di kawasan perkotaan Jamaika.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Image remaja yang dibawakan Christina Aguilera berubah saat ia mengambil alih konsep artistik saat merilis album Stripped. Baca ulasan @antoarief di @kumparanplus
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten