kumparan
4 Agu 2017 3:41 WIB

Penemuan Pompeii Baru di Prancis Selatan

Pompeii. (Foto: Instagram @pompeii_parco_archeologico)
Dunia arkeologi mendapat kado spesial setelah menemukan reruntuhan komplek Romawi kuno di wilayah selatan Prancis. Situs bersejarah seluas 7000 meter persegi ditemukan di Viennes, kota kecil dekat Lyon, dianggap sebagai Pompeii kecil.
ADVERTISEMENT
Proses penemuan situs ini diliputi keberuntungan. Semua bermula ketika proyek perumahan hendak dibangun di kota Vienne. Saat proses penggalian tanah dilakukan, ditemukan bangunan kuno yang mirip dengan perumahan dan rumah bangsawan Romawi kuno.
Temuan ini dianggap sebagai salah satu keberuntungan besar dalam dunia arkeologi hingga disebut sebagai "Pompeii kecil di Vienne". Arkeolog Benjamin Clement menyebutkan temuan ini adalah "keberuntungan yang tidak dapat dipercaya".
"Temuan ini tidak dapat diragukan lagi sebagai penggalian paling luar biasa, yang pernah dilakukan untuk mengungkap sejarah Romawi dalam 40 atau 50 tahun terakhir," ucap Clement dalam keterangan pers yang dikutip Independent.
Arsitektur Romawi terlihat di sebuah rumah Bacchanalian yang lantainya terlukis gambar maenas (gambar perempuan Romawi) yang diikuti dengan Dionysus, Dewa Anggur yang sosoknya digambarkan dengan sosok manusia setengah kambing.
ADVERTISEMENT
Mosaik yang ditemukan di rumah lainnya terdapat gambar Thalia, simbol komedi Romawi, diculik oleh Pan, dewa cabul Romawi.
Arkeologi juga menemukan sebuah situs yang diduga sekolah filsafat. Gedung sekolah itu memiliki patung Herkules di air mancurnya.
Menurut sejarah, wilayah ini pernah berada di wilayah pendudukan Romawi di bawah Julius Caesar. Wilayah ini kemudian menjadi permukiman penduduk selama tiga abad, dan kemudian ditinggalkan penduduknya pada abad 1 Masehi setelah dilanda kebakaran hebat.
Sejarah ini serupa dengan kota Pompeii yang dilanda bencana. Kota ini musnah akibat ledakan Gunung Vesuvius pada tahun 79 masehi. Ledakan itu meluluhlantakkan kota Pompeii dan membunuh sekitar 2.000 orang.
Penggalian ini melibatkan 20 arkeolog yang bekerja sejak April 2017. Mereka masih memiliki izin penggalian hingga akhir tahun untuk melengkapi penelitian secara utuh. Temuan di tempat ini nantinya akan disimpan di Museum Vienne pada 2019.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·