• 3

Sisa Cerita Peluncuran Desain Baru Rupiah: Jilbab Cut Meutia dan Yuan

Sisa Cerita Peluncuran Desain Baru Rupiah: Jilbab Cut Meutia dan Yuan


Uang Pecahan Baru

Desain baru uang pecahan seribu rupiah. (Foto: Aditia Noviansyah)
Penerbitan desain uang baru beserta pemilihan pahlawan yang terpampang di bagian muka tidak selalu direspons dengan suka cita. Ketidakpuasan menyeruak di media sosial dan menjadi perbincangan yang cukup hangat. Bahkan di luar konteks uang itu sendiri.
Ada beberapa pihak yang merasa pilihan pahlawan yang dipilih sebagai bagian muka uang baru tidak tepat. Ada juga yang ‘protes’ dengan desain uang baru yang dinilai mirip dengan desain mata uang negara lain, seperti China.
Yang paling menarik perhatian adalah munculnya sosok pahlawan perempuan Aceh, Tjut Meutia. Selain itu ada juga yang mempertanyakan mengapa sosok Imam Bonjol tidak dipajang lagi di muka uang baru. Berikut respon kecewa publik yang berkaitan dengan Uang cetakan baru yang diekspresikan di media sosial:
1. Disamakan dengan mata uang Renminbi/Yuan, China


Beberapa orang mempertanyakan kreativitas penggambar uang cetakan baru. Orang-orang tersebut menyamakan desain dan gradasi warna dengan desain mata uang China.

Namun ternyata bukan hanya Yuan saja yang mirip dengan cetakan mata uang baru Indonesia, ada banyak mata uang negara lain yang memiliki warna yang sama. Salah satunya adalah penampakan Euro, mata uang Uni Eropa juga memiliki konfigurasi warna serupa.
2. Hilangnya Imam Bonjol

Setelah 15 tahun terpampang, Tuanku Imam Bonjol ikut menghilang di muka uang baru. Di muka uang kertas Rp 5.000 yang terbaru, Imam Bonjol digantikan Dr. KH.Idham Chalid, ketua Nahdlatul Ulama (NU) periode 1956 - 1984. Beberapa netizen menunjukkan rasa kecewanya atas digantinya tokoh pemimpin Perang Paderi tersebut.
3. Penampilan Tjut Meutia

Perdebatan tentang pakaian ilustrasi Tjut Meutia di cetakan baru uang seribu menjadi yang paling ramai dibicarakan masyarakat. Masyarakat berlomba-lomba memvalidasi apakah tokoh perempuan dalam perang Aceh ini menggunakan kerudung atau tidak.
Salah satu keluarga Tjut Meutia, Dara Meutia Uning, berusaha meluruskan kabar tersebut. Uning menganggap penggambaran Tjut Meutia tanpa menggunakan jilbab tidak perlu dipermasalahkan. “Hanya mengenakan kain yang tidak 10 persen menutup rambut. Seperti tudung lebih tepatnya,” cerita Uning tentang penampilan neneknya yang menjadi pemimpin perang dalam perang Aceh dalam tulisan blog di Indonesiana Tempo.
4. Dipolisikannya Politisi karena Cuitan “Pahlawan Kafir”
Cuitan Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dwi Estiningsih, ini ramai diperbincangkan publik. Sampai akhirnya Esti dilaporkan ke kepolisian dengan dugaan menebarkan kebencian dengan sesuatu yang berkaitan dengan SARA.

NewsUangUang BaruPahlawan

500

Baca Lainnya