Pria Ini Menanam Antena di Kepala Agar Dapat Melihat Warna

Kadang kita tidak sadar bahwa kalimat-kalimat sederhana dapat sangat mempengaruhi hidup seseorang
Konten dari Pengguna
18 September 2017 17:50
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Ari Ulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Hallo Sobat Kumparanku! Kalian semua pasti sudah pernah nonton film-film Hollywood yang menampilkan superhero dengan seabrek peralatan canggih yang tertanam di tubuh mereka kan. Ternyata hal-hal demikian tidak lagi hanya menjadi fantasi film-film Hollywood. Neil Harbisson adalah orang pertama yang secara resmi diakui sebagai penerima implant teknologi canggih ke dalam tubuh manusia. Peralatan canggih yang ditanamkan ke dalam tubuhnya itu dikenal dengan nama cyborg. Alat canggih ini digunakan untuk membantunya mengenal warna. Wah keren banget ya guys! Penasaran? Yuks kita simak saja ceritanya berikut ini.
ADVERTISEMENT
Neil Harbisson, usia 32 tahun asal Spanyol, terlahir sebagai penderita buta warna total atau achromatopsia. Ia kini memiliki antena yang ditanamkan dalam tengkorak kepalanya untuk memberikannya kemampuan mengenali warna.
Pria Ini Menanam Antena di Kepala Agar Dapat Melihat Warna (24838)
zoom-in-whitePerbesar
Pada tahun 2004, Harbisson mencoba mencari jalan keluar dari dunia hitam-putih yang ia hadapi saat itu. Ia mencoba mengembangkan sebuah teknologi yang memungknkannya untuk mengenali berbagai warna. Ide itu muncul ketika ia sedang mempelajari percobaan komposisi musik di Kampus Seni Dartington di Devon, Inggris. Ia bekerja sama dengan seorang pakar komputer, Adam Montandon, untuk mengembangkan teknologi yang dikemudian hari disebut dengan eyeborg. Teknologi ini terdiri dari sebuah antena yang ditempelkan pada sebuah komputer seberat 5 kilogram dan sepasang headphones. Antena yang menjadi bagian dari teknologi ini dilengkapi dengan sebuah webcam pada bagian ujungnya. Antena itu berfungsi untuk menterjemahkan warna ke dalam 360 gelombang bunyi yang berbeda yang dapat Harbisson dengar melalui headphones.
ADVERTISEMENT
Harbisson membutuhkan waktu selama 5 minggu untuk beradaptasi dengan alat ini. Awalnya ia merasakan pusing mendengarkan banyaknya jumlah bunyi yang menunjukkan warna yang berbeda. Selain itu, ia butuh 5 bulan untuk mampu mengidentifikasi bahwa bunyi tertentu berarti warna tertentu pula.
Pria Ini Menanam Antena di Kepala Agar Dapat Melihat Warna (24839)
zoom-in-whitePerbesar
Setelah menggunakan eyeborg, Harbisson bukan hanya mampu membedakan warna seperti merah, biru, ataupun hijau. Ia bahkan bisa mendeteksi warna-warna yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia normal, yaitu infrared dan ultraviolet.
Pada saat ia pergi ke supermarket, Harbisson akan merasa seperti memasuki klub malam. Ia akan mendengar banyak sekali kombinasi bunyi. Kini, harbisson akan cenderung memilih pakaian sesuai dengan suasana hatinya. Dalam kondisi riang, ia akan cenderung memakai pakaian yang menghasilkan nada seperti C-mayor. Warna-warna yang berkorelasi dengan nada ini adalah pink, kuning, atau biru. Dalam kondisi sedih, ia akan cenderung menggunakan pakaian yang menghasilkan nada B-minor. Warna-warna yang menghasilkan nada ini antara lain biru-hijau, ungu muda, oranye, dan lainnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Harbisson memiliki pemahaman baru mengenai warna kulit manusia. Harbisson mengatakan, sebagaimana dilansir oleh CNN, bahwa sesungguhnya orang-orang berkulit hitam tidaklah berkulit hitam, melainkan kulit dengan warna yang sangat-sangat oranye gelap, sedangkan orang kulit putih adalah mereka yang memiliki kulit sangat-sangat oranye cerah.
Langkah penyempurnaan selanjutnya terhadap eyeborg adalah membuat teknologi ini tidak terlalu memakan tempat. Ia memulainya dengan cara mengurangi berat komputer menjadi satu kilogram saja dan mengikatkannya di dalam pakaian. Selanjutnya ukuran software komputer dibuat lebih kecil mejadi sebuh chip yang ditanamkan di bawah kulitnya. Langkah terakhir adalah menanamkan antena ke dalam tempurung kepalanya.
Pada awalnya Harbisson kesulitan mencari dokter yang mau melakukan operasi pemasangan antena pada tempurung kepalanya. Ia sudah mencoba mengajukan permasalahannya pada puluhan dokter bedah dan pakar fisika, namun mereka semua menolaknya. Pada akhirnya ia menemukan seseorang yang bersedia melakukan prosedur itu dengan syarat identitasnya disembunyikan. Proses penyatuan antara antena dan tempurung kepalanya ini memakan waktu hinga berbulan-bulan, namun operasi ini berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan.
ADVERTISEMENT
Harbisson mengaku bahwa penambahan antena ini tidak membebani dirinya. Ia menggambarkan bahwa keberadaan antena tersebut baginya sama seperti penambahan bagian tubuh, rasanya seperti memiliki hidung atau jari yang baru.
Ke depan sepertinya cyborgism, sebutan bagi makhluk hidup yang dilengkapi dengan teknologi canggih dalam tubuhnya, akan menjadi trend. Penanaman berbagai peralatan canggih ke dalam tubuh manusia akan memungkinkan peningkatan kemampuan indera. Wah, kebayang nggak guys! Benar-benar ini kemungkinan super hero yang kayak di film-film itu bakal jadi nyata.
Sehubungan dengan kondisi Harbisson sebagai cyborg pertama di dunia maka pemerintah Inggris memberikan pengecualian pada diriya. Ia diperkenankan tetap menggunakan antena dalam foto paspor. Hal ini dikarenakan antena tersebut telah diakui pemerintah sebagai bagian dari wajah Harbisson.
ADVERTISEMENT
Harbisson yakin sekali bahwa apa yang ia lakukan saat ini akan menjadi sesuatu yang lumrah dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan. Teknologi canggih tentunya akan mampu meningkatkan kemampuan indera manusia menjadi lebih tajam. Adapun berbagai organisasi yang menentang apa yang ia lakukan adalah bentuk ketakutan yang terlalu berlebihan terhadap apa yang mereka belum ketahui manfaatnya.
Ia bersama teman masa kecilnya, Moon Ribas, kemudian mendirikan Cyborg Foundation pada tahun 2010 untuk menhadapi berbagai isu yang berkembang. Harbisson mengklaim bahwa apa yang ia lakukan adalah sesuatu yang sebenarnya sudah ada di alam ini, misalnya mendengar dengan menggunakan konduksi tulang dilakukan oleh lumba-lumba, penggunaan antena dilakukan oleh banyak jenis serangga, dan deteksi lokasi utara adalah kemampuan yang dimiliki oleh hiu secara alami. Apa yang ia lakukan sekarang adalah mentransfer apa yang ada di alam untuk kemaslahatan manusia. Wow, kalau Sahabat Kumparan sekalian apa nih pendapatnya, pro atau kontra?
ADVERTISEMENT
Oh ya, kalau Sobat Kumparan mau coba sensasi yang Harbisson rasakan, kalian bisa coba mengunduh aplikasi yang dapat diinstal ke android kalian. Cari aja di playstore atau appstore kalian gambar seperti berikut.
Pria Ini Menanam Antena di Kepala Agar Dapat Melihat Warna (24840)
zoom-in-whitePerbesar
Seru ya guys! Benar-benar di luar sana, dunia sudah jauh berkembang. Jadi kalau suatu hari kalian lihat ada orang yang bisa ngeluarin jaring laba-laba kayak spiderman, itu mungkin saja bukan bareng aneh. Pastinya kita nggak boleh norak, apalagi bagi teman-teman yang udah baca artikel ini, hehe.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020