Konten dari Pengguna

Penerapan E-Parkir di GOR Mustika Blora, Palang Parkir Tiba-tiba Buka Sendiri

Aria Rusta

Aria Rusta

kontributor

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aria Rusta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pintu masuk parkir elektronik di GOR Mustika Blora
zoom-in-whitePerbesar
Pintu masuk parkir elektronik di GOR Mustika Blora

Penerapan parkir elektronik telah diterapkan di Gelanggang Olahraga (GOR) Mustika Blora, sejak 14 Mei 2025 lalu. (https://www.infoblora.id/2025/05/e-parkir-mulai-diterapkan-di-gor.html). Penerapan e-parkir itu menyebabkan beberapa hal. Mulai dari omset pedagang yang menurun, (https://pantura.inews.id/read/612450/pedagang-gor-mustika-blora-mengeluh-setelah-diterapkannya-e-parkir), semakin berkurangnya pengunjung, aturan yang berubah, hingga alat parkir yang sering bermasalah.

Sekadar diketahui, tarif e-parkir kendaraan roda 2, sebesar Rp 2.000 untuk 8 jam pertama dan Rp 4.000 untuk durasi 8 hingga 24 jam. Sementara itu, kendaraan roda empat dikenakan tarif Rp 4.000 untuk 8 jam pertama dan Rp 8.000 untuk penggunaan hingga 24 jam.

Sedangkan untuk yang berlangganan dengan kartu berwarna hijau, awalnya per bulan dikenai tarif Rp 25.000 untuk sepeda motor. Tetapi, aturan tersebut berubah, kini untuk sepeda motor per bulannya dikenai tarif Rp 60.000. Katanya sih, mengikuti perda dari Dindagkop Blora.

Oh ya, e-parkir GOR Mustika ini dikelola sendiri oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blora. Hal itu terlihat dari petugas parkir yang merupakan pegawai dari dinas tersebut.

Penerapan e-parkir yang telah berjalan tiga bulan ini, membuat beberapa pengunjung GOR memilih untuk memarkirkan kendaraannya di trotoar. Karena mereka beranggapan, tidak ingin berlama-lama untuk beraktivitas di dalam lingkungan GOR. Lebih baik parkir di trotoar daripada harus membayar.

Kadang juga mereka yang masuk ke dalam GOR, palang pintu parkir tiba-tiba terbuka sendiri, tanpa ditekan tombol atau ditempelkan kartu. Sehingga, mereka kaget karena tidak memiliki kertas parkir. Peristiwa itu tidak hanya sekali dua kali terjadi. Tapi, tampaknya saat ini belum ada perbaikan.

Selama tiga bulan parkir elektronik diterapkan, belum ada informasi resmi tentang jumlah pendapatan per bulan yang diperoleh dari dinas tersebut.

Sampai saat ini pun, tidak ada tanda-tanda evaluasi dari penerapan e-parkir tersebut. Padahal waktu itu. (https://jateng.tribunnews.com/2025/06/16/pedagang-gor-mustika-blora-curhat-omzet-turun-50-persen-imbas-e-parkir-ini-kata-bupati-arief-rohman).

TAPI PENERAPAN PARKIR ELEKTRONIK TIDAK HANYA DIBERLAKUKAN DI GOR MUSTIKA BLORA. TETAPI, KINI MERAMBAH KE PASAR SIDO MAKMUR BLORA

https://jateng.antaranews.com/berita/589625/pemkab-blora-uji-coba-e-parkir-di-pasar-sido-makmur-untuk-dongkrak-pad

BAHKAN UNTUK PENERAPAN E-PARKIR DI SIDO MAKMUR, DITARGET RP 800 JUTA HINGGA AKHIR TAHUN

https://www.infodesanews.com/nilai-kontrak-capai-rp-801-juta-pengelolaan-e-parkir-pasar-sido-makmur-blora-gunakan-metode-caf/