Konten dari Pengguna

Merasakan Segarnya Air Terjun Sanghyang Taraje di Garut

Arief Hermanto

Arief Hermanto

Videographer at eskapisme.id

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arief Hermanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Merasakan Segarnya Air Terjun Sanghyang Taraje di Garut
zoom-in-whitePerbesar

Garut sudah lama identik dengan dua D. Pertama adalah dodol, makanan khas Garut yang memiliki rasa manis dan tekstur kenyal. Ingat Garut pasti ingat dodol.

D yang kedua adalah domba. Di Garut ada semacam kebanggaan memiliki domba keturunan unggul dengan bentuk tanduk yang besar dan kuat. Dogar atau Domba Garut sering diperlombakan dalam seni ketangkasan dan keindahan.

Namun kali ini, saya tidak akan membahas keduanya. Ada hal indah lain yang menarik untuk ditelusuri. Tidak lain dan tidak bukan adalah keindahan alam berbalut dengan sejuknya udara khas Swiss Van Java ini. Tujuan utama adalah mengunjungi Air Terjun Sanghyang Taraje yang terletak di Desa Pakenjeng, Kabupaten Garut.

Let's Go, simak kisah saya kala ber-ESKAPISME di akhir pekan.

Arti dari 'Sanghyang Taraje'

Nama curug ini memang terkesan sangat megah. Dalam Bahasa Sunda, 'sanghyang' memiliki makna sebagai sebutan untuk dewa atau raja di zaman dahulu, sedangkan 'taraje' berarti tangga. Jadi, Curug atau Air Terjun Sanghyang Taraje dapat dimaknai sebagai tangga yang dipakai dewa-dewa untuk menuju ke kahyangan (tempat dewa-dewa). 

Sekilas dari jauh, air terjun kembar ini memang mirip tangga raksasa yang menjulang tinggi.

Air Terjun Sanghyang Taraje dari kejauhan terlihat seperti tangga raksasa.

Berbagai legenda menyelimuti air terjun setinggi 82 meter ini. Salah satu yang terkenal adalah kisah Sangkuriang yang menggunakan air terjun ini untuk mengambil bulan yang dipersembahkan kepada Dayang Sumbi. Legenda inilah yang menjadi cikal bakal Tangkuban Perahu.

Jika benar ini adalah air terjunnya para dewa, pasti ada kesan magis yang dapat dirasakan. Salah satu yang nyata adalah mata, telinga, dan pikiran yang tersegarkan ketika menikmati suasana. Seakan terhipnotis untuk duduk berlama-lama.

Mereka sedang menjaring ikan. Bukan untuk mata pencaharian, namun untuk disantap bersama kawan.

Cara menuju Air Terjun Sanghyang Taraje

Untuk menuju lokasi Air Terjun Sanghyang Taraje, kita perlu berkendara motor dari Kota Garut selama kurang lebih 1 jam 40 menit. Dengan jarak tempuh sekitar 45,6 kilometer.

Dari Kota Garut, kita bisa mengambil jalan ke arah menuju Cikajang. Sebelum masuk Kota Cikajang, kita akan bertemu pertigaan. Ke kiri, ke arah Pantai Santolo; dan ke kanan menuju Bunglubang. Ambil jalan ke kanan, jangan sampai salah ke arah Pantai Santolo, ya.

Rute ini juga melewati Curug Orok, silahkan jika mau menikmati sepaket dengan Curug Sanghyang Taraje. Sebab, lokasi keduanya berjarak sekitar 15 kilometer.

Air terjun kembar Garut.

Setelah melewati Curug Orok, perjalanan dilanjutkan menuju ke Desa Cisandaan. Ambil jalan ke kanan menuju Pamulihan ketika menemui pertigaan. Jalan terus sampai bertemu SMP Pamulihan.

Perjalanan berikutnya adalah dengan melalui jalan desa setelah melewati SMP Pamulihan. Hati-hati, karena akan banyak tanjakan dan turunan curam dengan kondisi jalan yang kurang bagus. Pastikan kondisi kendaraan aman, ya.

Sisa perjalanan tinggal mengikuti jalan desa sampai nanti bertemu tempat penitipan kendaraan. Sebaiknya, kendaraan dititipkan di sini, karena kondisi jalan menuju ke lokasi air terjun berupa turunan yang sangat tajam.

Sedikit bertanya di jalan juga sangat disarankan agar tidak tersesat. Warga Garut sangat ramah ketika dimintai bantuan.

Suara Air Terjun Sanghyang Taraje mulai terdengar setelah 10 menit berjalan kaki. Megahnya curug mulai terlihat juga di balik rimbunnya pohon dan dedaunan. Pada gerbang masuk bisa dijumpai loket dan warung kecil untuk sekadar mengopi dan jajan sembari melepas lelahnya perjalanan.

Seger cuy, berasa jadi Aquaman.

Tips

  • Untuk menuju Garut dari luar kota, dapat menggunakan moda transportasi kereta api. Pilih stasiun pemberhentian di Stasiun Leles atau Cikajang. Bisa juga menggunakan Bus Primajasa (Jakarta/Bandung) turun di terminal Garut.

  • Sangat disarankan membawa kendaraan pribadi (mobil/motor) untuk menuju Air Terjun Sanghyang Taraje.

  • Tergolong sulit untuk menemukan tempat sewa kendaraan, terlebih motor, karena minimnya informasi rental motor yang tersedia di internet. Alternatifnya, bisa mencoba bertanya informasi seputar persawaan motor kepada penginapan. Menyewa motor di pangkalan ojek, atau bila rombongan banyak bisa menyewa taksi online dengan kesepakatan offline. Pssstt.. skill negoisasi dan improvisasi kamu diperlukan di sini.

  • Isi BBM full tank dari kota sangat disarankan.

  • Untuk pengendara motor, sangat disarankan untuk membawa jas hujan dan pakaian quick dry. Sebab, intensitas hujan gunung tinggi setelah pukul 12.00 WIB. Perhatikan alas kaki juga agar tetap nyaman.

  • Nikmati perjalanan menembus kabut dengan pemandangan kebun teh.

  • Pantulan air dari curug sangat tinggi dan mudah terbawa angin. Pastikan alat elektronik aman. Bagi yang suka motret, jangan lupa membawa cleaning kit karena uap air sering menyerang lensa.

  • Tiket masuk seharga Rp 6.000/orang. Akan lebih mahal apabila musim liburan sekolah, hari raya, atau long weekend. Bersiap dana cadangan lebih bagus.

  • Sehabis menikmati curug dan kebetulan malas berjalan menuju pernitipan motor, maka kita bisa meminta bantuan pemuda sekitar yang sedang nongkrong untuk jadi ojek. Tarifnya Rp 10.000-15.000, tergantung skill nego kamu.

  • Jaga kebersihan ya, jangan meninggalkan sampah di area curug. Be a responsible traveler.

Jalan bertrap menuju curug Sanghyang Taraje.

Daerah Garut terletak di atas ketinggian 717 di atas permukaan laut. Tidak heran, udara sejuk khas pegunungan bisa terasa sampai ke pusat kota. Keindahan alam Garut semakin indah dengan pemandangan 4 gunung, yaitu Gunung Cikuray (2.821 meter), Gunung Guntur (2.249 meter), Gunung Papandayan (2.622 meter), dan Gunung Karacak (1.838 meter). 

Pemandangan pegunungan dari resort Cipanas.

Setelah puas dengan eksplorasi alam, sempatkanlah berwisata keliling Kota Garut. Lokasi yang terkenal untuk menginap adalah di kawasan Cipanas. Banyak resor yang memiliki pemandangan alam untuk sekadar bersantai me-refresh otak.

Nah bagaimana? Tertarik juga untuk menikmati kesegaran curugnya para dewa? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar ya :)

Temukan cerita perjalanan seru lainnya di ESKAPISME