kumparan
21 Okt 2018 7:42 WIB

Kasmaran

Pagi itu, Lloyd tahu anaknya, Oliver, telah jatuh cinta; lebih baik (atau buruk, tergantung bagaimana kau memandangnya): Perempuan itu telah mencium Oliver di suatu siang di bawah jembatan dan salah satu pecundang terbesar di sekolah paling suram di pinggiran Wales itu merasa itulah tanda telah resmi berpacaran.
ADVERTISEMENT
"Selamat," kata Lloyd di depan Oliver, yang tiba-tiba mendadak ramah. "Aku dengar dari ibumu kau telah berpacaran."
Oliver syok, lalu Lloyd memberikan satu kaset. "Sisi A, berisikan lagu untuk dua sejoli yang yakin cinta abadi itu benar adanya. Sisi B untuk skenario terburuk: kala efek racun cinta dari panah Cupit telah hilang. Terkadang, musik bisa membuat segala hal menjadi lebih nyata."
Lloyd kembali menjadi dirinya yang membosankan setelah itu. Sementara, karena mixtape itu, Oliver merasa dirinya bukan lagi pecundang. Dia sekarang adalah tokoh utama dalam komik; Oliver merasa bisa menyelamatkan dunia dan lupa usianya baru 15 tahun.
https://open.spotify.com/album/3OqRGywivnQ0IeClUeUa4n?si=T8hb-wY4S0OMcjxU-WECLw
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Baca Lainnya