• 0

USER STORY

Aku yang Ngeyel untuk Mempertahankan Hubungan Jarak Jauhku

Aku yang Ngeyel untuk Mempertahankan Hubungan Jarak Jauhku


Kala aku memutuskan untuk menjaga hubunganku, meski mantan pacarku pindah ke Semarang, ada begitu banyak yang mewanti-wantiku. Berkata bahwa hubungan ini akan kandas, entah seberapa kuat aku mempertahankannya. Atau berkata bahwa bisa saja, bahwa aku atau dia saling menipu dan memiliki kekasih baru.
Tapi, kau tak jatuh cinta jika kau bisa menalar segala pikiranmu dengan begitu logis. Dan itulah yang kurasa saat itu - aku merasa bangga dengan hubunganku.
Aku telah berpacaran dengannya cukup lama. Mulanya, aku mengenalnya sejak SMA dan lalu, kami pacaran saat kami akan lulus kuliah. Aku menemukan banyak kecocokan dengannya. Misalnya, kami sama-sama suka videogim yang sama. Atau dia menyukai buku yang sama sepertiku. Rasanya, sulit kutemukan perempuan nerd di muka bumi ini sesempurna dirinya.
Sehingga, saat aku tahu aku diterima ke Universitas di Bandung, aku ingin mengajaknya. Bandung merupakan kota yang dingin – kota yang enak buat pacaran. Dan kau bayangkan saja, berkencan di suhu yang dingin, mengitari Braga yang masih terjaga keasriannya itu, akan membuatmu merasa seperti laki-laki paling beruntugn di dunia. Sehigga, pada akhirnya, aku ingin mengajaknya satu universitas denganku.
Iya tak mengiyakan, juga tak berkata tidak. Ia memang mengincar Universitas di Bandung pula, namun nasib membelokkannya ke Semarang. Kala ia tahu ia takkan sekota denganku, ia kemudian memberiku sebuah tanya: apakah aku ingin melanjutkan hubungan ini? Aku, dengan mantap, bilang bahwa aku akan bersamamu untuk selamanya.
Ucapan ini, pada akhirnya, membuatku begitu kesulitan pada awalnya. Aku baru tiba di Bandung, dan tak begitu tahu soal transportasi yang murah. Aku pernah naik bis dari Cileunyi menuju Semarang, namun berakhir tragis – aku salah turun bis dan hingga kini, aku trauma naik bis karena hal tersebut. Aku juga pernah naik kereta api, dan ini merupakan moda favoritku untuk pacaran jarak jauh.
Sialnya, tiket kereta api saat itu begitu mahal. Bayangkan saja, membayar tiket bisnis dengan harga 250 ribu rupiah. Itu baru pergi, belum pulangnya. Kesal tidak anda.
Pada akhirnya, aku berusaha mencari jalan keluar dari problema ini. Aku bertanya dengan beberapa temanku yang memang rajin pulang ke rumahnya. Mereka sih, bilang bahwa mereka cocok dengan harga tiket yang ditawarkan oleh Tiket.com (https://tiket.com/kereta-api). Aku mencobanya, dan sejujurnya, kaget. Harga yang biasa kubayar untuk tiket bisnis, bisa kupakai untuk tiket eksekutif. Sementara tiket bisnis bisa mencapai 180 ribu.
Ini, mulanya, membuat hubunganku lancar. Uang yang biasa habis banyak di transportasi, kini bisa kualokasikan untuk hal-hal yang lain.
Aku dan dia berjalan ke berbagai tempat: Sam Poo Kong, Komedi Putar Citraland, ke manapun. Rasanya saat itu, tak ada yang lebih indah dari hidupku.
Tapi pada akhirnya, semua menjadi hancur berantakan. Karena yang repot dari pacaran jarak jauh adalah, bagaimana meyakinkan satu sama lain. Dan kala itu, aku gagal melakukannya. Ia menuntutku untuk pindah ke kotanya, dan aku tak setuju -- karena saat itu, duniaku sedang baik di Bandung.
Tapi, ya sudahlah. Lesson learned. Aku pikir, kalau dia tak sanggup lagi tak apa-apa. Mungkin kelak, akan aku temukan lagi cinta yang lain – cinta yang akan membuatku merasa utuh kembali. Dan tak peduli seberapa jauh jaraknya, kalau sudah jodoh, ya… takkan ke mana. Kan, ada tiket.com juga.


tiketkemanapunTravelKuis kumparan

500

Baca Lainnya




}