Konten dari Pengguna

Pelatihan Pupuk Organik: Dorong Pengurangan Sampah dan Penerapan SDGs 12 dan 15

arinasofiyatur
seorang mahasiswi Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Semarang yang tertarik dalam bidang pendidikan, lingkungan, dan sosial.
18 November 2025 13:25 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Pelatihan Pupuk Organik: Dorong Pengurangan Sampah dan Penerapan SDGs 12 dan 15
Artikel ini memuat berita pelatihan pembuatan pupuk organik sebagai langkah untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan mendukung SDGs 12 dan 15.
arinasofiyatur
Tulisan dari arinasofiyatur tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dokumentasi Bersama Kelompok Wanita Tani Dusun Kaliliseng
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Bersama Kelompok Wanita Tani Dusun Kaliliseng
ADVERTISEMENT
Mahasiswa UNNES Giat 13 yang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menggelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik sebagai langkah konkret mengurangi penumpukan sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan warga. Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDGs 15 (Ekosistem Daratan) melalui pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk yang ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT
Pelatihan yang diselenggarakan pada Sabtu (01/11/2025) tersebut diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Kaliliseng. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memberikan keterampilan praktis bagi warga untuk membuat pupuk organik secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang tersedia di sekitar rumah.
Dokumentasi Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik
Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia dan mendorong penggunaan pupuk alami yang lebih aman bagi tanah dan tanaman. Melalui pengolahan sampah organik, kegiatan ini turut mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab sebagai wujud dukungan terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
Dalam sesi praktik, peserta belajar mengolah berbagai bahan organik seperti sisa sayur, daun kering, kulit buah, dan aktivator EM4 menjadi kompos. Mahasiswa Giat 13 menjelaskan tahapan proses pengomposan, pengendalian bau, hingga cara mengetahui kompos yang sudah matang. Peserta tampak antusias bertanya dan mencoba langsung proses pencampuran bahan.
Menurut Arina Sofiyatur Rohmah, mahasiswa pelaksana program ini, Desa Losari memiliki potensi limbah organik yang besar dan dapat dimanfaatkan secara produktif. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memberi pemahaman bahwa sampah organik bisa diolah menjadi pupuk yang bermanfaat. Selain mengurangi sampah, hasilnya juga bisa membantu pertanian warga,” ujarnya.
Dokumentasi Pembuatan Pupuk Organik
Peserta pelatihan menyambut baik inisiatif ini dan berharap pengetahuan tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kemampuan membuat kompos secara mandiri, warga dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pertanian ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata mahasiswa UNNES Giat 13 dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Desa Losari. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya sadar lingkungan dan menginspirasi masyarakat untuk terus menerapkan praktik pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.