kumplus- opini Arman Dhani-

Memang Kenapa Kalau Hidup Medioker?

Penulis. Menggemari musik dan buku. Sudah terlalu banyak menyimpan kaos band dan sepatu.
18 Oktober 2022 14:02
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pada satu malam saya ngobrol panjang dengan Ega Fansuri, ilustrator artikel mojok.co. Ia bertanya, kalau hidup tak punya ambisi dan ingin jadi biasa saja, boleh nggak sih? Kami berdua membahas itu dan sepakat: jadi medioker itu bikin bahagia, tidak punya beban untuk jadi istimewa atau membuktikan diri pada siapa pun. Membebaskan.
Hidup medioker itu tak punya tanggung jawab untuk jadi istimewa atau diharapkan membuat sesuatu yang adiluhung. Ingin hidup biasa saja, tidak jadi beban orang, dan bisa menghidupi diri sendiri. Kami percaya hidup dengan target tinggi cuma akan dihantui ketakutan-ketakutan yang belum terjadi.
Awalnya karena kecemasan. Lho kok sudah 30+ tahun tapi nggak punya apa-apa. Teman lain sudah punya rumah, sudah punya tabungan, lha kami hidup dari gaji ke gaji tanpa punya simpanan. Lantas getun (menyesal) selama ini ngapain aja. Kok hidup tiba-tiba sudah hampir masuk paruh baya.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten