Cara Membedakan Sperma Subur dan Tidak yang Perlu Diketahui oleh Pria

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kualitas sperma merupakan salah satu aspek yang menentukan kesuburan pria. Karenanya, penting bagi pria maupun pasangan yang ingin memiliki anak untuk mengetahui cara membedakan sperma subur dan tidak.
Memiliki sperma yang baik bukan hanya penting untuk proses pembuahan tapi juga menunjang kehamilan yang sehat bagi wanita. Kehamilan yang sehat tentunya akan menghasilkan janin yang sehat.
Sama seperti wanita, pria juga bisa mengalami masalah kesuburan. Menurut Mayo Clinic, ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan masalah kesuburan pada pria seperti gaya hidup, gangguan kesehatan, penggunaan obat-obatan, hingga paparan zat kimia tertentu.
Lalu, bagaimana cara mengidentifikasi kualitas sperma? Untuk mengetahui selengkapnya, simak pembahasan berikut ini.
Cara Membedakan Sperma Subur dan Tidak
Sperma yang subur atau tidak dapat dilihat dari sejumlah indikator, yaitu jumlah sperma, gerakan, dan bentuknya. Umumnya, pria yang memiliki lebih banyak sperma dengan bentuk normal berarti memiliki tingkat kesuburan yang tinggi.
Meskipun demikian, bukan berarti pria dengan jumlah sperma rendah memiliki masalah kesuburan. Mengutip Healthline, ciri-ciri sperma yang sehat dan menjadi tanda kesuburan adalah sebagai berikut:
1. Kuantitas (Volume)
Indikator yang pertama adalah memiliki jumlah sperma yang sehat sekitar 15 juta atau lebih untuk setiap mililiter air mani. Semakin banyak kandungan sperma yang dimiliki, semakin besar pula peluang sperma berhasil melewati sistem reproduksi wanita dan terjadi proses pembuahan.
2. Gerakan (Motilitas)
Tidak semua sperma bergerak secara efektif atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Hanya sekitar 40 persen atau lebih sperma yang mampu bergerak aktif. Jika pria mencapai angka ini, dapat dipastikan dirinya termasuk kategori subur.
3. Bentuk (Morfologi)
Sperma yang sehat mempunyai bentuk yang normal yakni kepala oval serta ekor yang panjang dan kuat. Sperma yang bentuknya bagus berpeluang lebih tinggi untuk membuahi sel telur.
Sementara, sperma yang tidak sehat terkadang memiliki ekor yang pendek atau kepalanya tidak oval. Hal ini bisa terjadi saat ejakulasi, tapi umumnya masih wajar selama jumlahnya lebih sedikit daripada jumlah sperma yang bentuknya normal.
Untuk lebih memastikan kondisi sperma sehat atau tidak dapat dilakukan tes kesuburan. Salah satu jenis tes yang sering digunakan adalah analisis sperma dan semen.
Mengutip WebMD, analisis sperma dan semen adalah pemeriksaan jumlah sperma, bentuk, gerakan, dan karakteristik sperma lainnya untuk menentukan kondisi kesehatan sperma. Bagi pria yang ingin melakukan pemeriksaan ini dapat mengunjungi dokter ahli urologi.
Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta mengajukan pertanyaan seputar gaya hidup dan riwayat kesehatan, seperti:
Riwayat operasi yang pernah dilakukan
Penggunaan obat-obatan
Riwayat medis tertentu
Kebiasaan olahraga
Kebiasaan merokok dan minum alkohol
Pernah menderita penyakit menular seksual
Setelah itu, dokter akan meminta sampel air mani untuk dianalisis. Sampel tersebut nantinya diletakkan ke dalam botol khusus untuk dianalisis di laboratorium.
Akan ada dua tahapan tes untuk memastikan hasilnya. Kemudian, apabila kedua tes hasilnya normal, dapat dipastikan bahwa tidak ada masalah kesuburan. Biasanya, jika hasilnya menunjukkan masalah, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya.
(SFR)
