Marius Bremmer: Borobudur Sebuah Teka-Teki Besar

Arvian Dwi Prasetyo
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Konten dari Pengguna
20 Mei 2024 12:29 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Arvian Dwi Prasetyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Candi Borobudur (sumber: https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Candi Borobudur (sumber: https://pixabay.com/id/)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Candi Borobudur telah menjadi simbol keindahan dan keagungan budaya Indonesia selama berabad-abad. Namun, di balik keindahannya yang megah, masih banyak misteri yang mengelilingi struktur megah ini. Salah satu ahli yang mendalami teka-teki Borobudur adalah Marius Bremmer, seorang arkeolog Belanda yang telah mengabdikan hidupnya untuk memecahkan misteri candi ini.
ADVERTISEMENT
Bremmer, seorang peneliti yang gigih, telah menjelajahi setiap sudut dan rincian Candi Borobudur. Dia terpesona oleh kompleksitas struktur ini, serta simbolisme dan kearifan yang terkandung di dalamnya. Salah satu teka-teki terbesar yang mengelilingi Candi Borobudur adalah bagaimana struktur ini dibangun tanpa menggunakan semen atau bahan perekat modern. Meskipun dibangun sekitar 1.200 tahun yang lalu, Candi Borobudur masih tetap kokoh berdiri, menantang hujan, angin, dan gempa bumi. Bagaimana mungkin sebuah struktur yang begitu besar dan rumit bisa bertahan selama berabad-abad tanpa bahan perekat yang kuat?
Selain itu, banyak yang penasaran dengan makna simbolis dari setiap relief dan ukiran yang menghiasi dinding Candi Borobudur. Setiap ukiran tampaknya mengandung cerita dan ajaran yang mendalam, tetapi masih banyak yang belum terungkap sepenuhnya. Apakah ada pesan tersembunyi atau kebijaksanaan kuno yang ingin disampaikan oleh pembuat candi ini?
ADVERTISEMENT
Pada zaman Prancis, ketika Inggris mengambil alih pemerintahan Belanda, Sir Thomas Raffles menyadari keberadaan sebuah candi misterius di Jawa Tengah. Dan disaat Tahun 1815, Raffles memberikan perintah agar Borobudur diperiksa secara menyeluruh. Baru pada tahun 1907 restorasi dimulai oleh insinyur Van Erp. Jika dikonversikan di masa sekarang, proses operasi menelan biaya puluhan juta gulden.
Restorasi terakhir dilakukan oleh Indonesia dengan bantuan UNESCO. Para ahli sejarah, arsitektur, geologi, dan meteorologi dari berbagai negara mulai bekerja dengan memainkan peran penting mereka. Sebagian berkat sistem komputer IBM, Borobudur dapat dibangkitkan dengan segala kemegahannya.
Para arkeolog, sejarawan, dan peneliti terus bekerja keras untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan memecahkan teka-teki besar yang mengelilingi Candi Borobudur. Dengan menggunakan teknologi modern dan pendekatan multidisiplin, mereka berusaha untuk mengungkap rahasia-rahasia tersembunyi yang membuat candi ini begitu menakjubkan.
ADVERTISEMENT
Namun demikian, walaupun banyak yang telah terungkap, Candi Borobudur masih menyimpan banyak misteri yang menantang untuk dipecahkan. Setiap batu, tiang, dan relief adalah saksi bisu dari masa lalu yang memikat, dan memahami sepenuhnya keajaiban ini adalah tantangan yang masih dihadapi oleh para peneliti.
Dalam setiap tahunnya, monumen ini dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai negara. Muntilan menjadi kota yang dekat dengan Candi Borobudur. Dengan memanfaatkan sebuah tumpukan wisatawan, area tersebut menjadi ladang bisnis dengan kios-kios dan bilik-bilik untuk menghasilkan uang dari pariwisata.
Sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Indonesia, Candi Borobudur terus menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan bagi bangsa ini. Semangat penelitian dan eksplorasi yang terus dilakukan oleh para ahli arkeologi akan memastikan bahwa keindahan dan kebijaksanaan Candi Borobudur akan terus bersinar terang bagi generasi-generasi mendatang.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari: “De Borobudur: een grote puzzle” dalam koran Nederlands Dagblad, 23 Januari 1985.
Arvian Dwi Prasetyo, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta