Bola & Sports
·
12 Juli 2021 6:44
·
waktu baca 1 menit

Fakta Menarik Italia Juara Euro 2020, Keberuntungan First-Mover Advantage (FMA)

Konten ini diproduksi oleh Asep Totoh
Fakta Menarik Italia Juara Euro 2020, Keberuntungan First-Mover Advantage (FMA) (30023)
searchPerbesar
Adu Tulisan di Counter Attack Fans Bola X Kuku Bima
Pertandingan final Piala Eropa 2020 Tim Nasional (Timnas) Italia melawan Inggris harus diakhiri dengan drama adu penalti setelah sebelumnya laga harus berlanjut ke extra time karena berakhir sama kuat 1-1 di waktu normal.
ADVERTISEMENT
Adu tos-tosan memang tidak bisa dihindari, Inggris harus menelan pil pahit di depan pendukungnya sendiri. 3 algojo penendang pinalti dari Inggris yakni Rashford, Sancho, dan Saka tidak mampu membuat gol.
Drama adu penalti kembali berpihak pada Italia, Giorgio Chiellini memenangi lempar koin dan pilih menendang lebih dulu. Saat di semifinal Gli Azzurri pun mengalahkan Spanyol dalam adu penalti, dan berulang di final dengan keuntungan penendang pertama.
Kemenangan Italia ini semakin mengukuhkan paham tentang keuntungan menendang pertama pada adu penalti, dikenal sebagai First-Mover Advantage (FMA). Mengutif penelitian yang membuktikan keberadaan FMA dilakukan oleh Jose Apesteguia dan Ignacio Palacios-Huerta pada 2010. Mereka mengumpulkan sampel 129 adu penalti dari turnamen papan atas. Hasilnya, tim yang menendang pertama memiliki probabilitas kemenangan hingga lebih dari 60%.
ADVERTISEMENT
Pada umumnya adu tos-tosan duel ketika tim memiliki kualitas teknis cenderung merata, maka mentalitas seringkali jadi pembeda. Mencetak gol lebih dulu tak hanya unggul sementara di papan skor, melainkan juga mengalihkan beban mental ke tim lawan.
Fakta menarik lainnya tim Italia berhasil menjadi juara:
  • Tertinggal lebih dahulu menit ke 2 oleh gol Shaw, itu menjadi gol tercepat dalam sejarah final Piala Eropa 2020.
  • Dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang, Italia jauh lebih unggul dari skuad asuhan Gareth Southgate tersebut. Hampir 60 persen penguasaan bola dimiliki oleh Italia
  • Kemenangan pasukan Roberto Mancini atas Inggris sukses mempertajam rekor tak terkalahkan mereka menjadi 34 laga beruntun.
  • Mengakhiri penantian panjang, terakhir kali timnas Italia mengangkat trofi juara Euro atau Piala Eropa terjadi 53 tahun lalu tepatnya pada edisi 1968.
  • Italia berhasil menambah koleksi trofinya yaitu empat Piala Dunia (1934, 1938, 1982, 2006) dan dua Piala Eropa (1968, 2020).
  • Italia memupus impian timnas Inggris untuk meraih gelar juara dalam penantian panjangnya terakhir kali memenangi Piala Dunia 1966 harus berlanjut tahun ini dengan kekalahan menyakitkan bagi The Three Lions di kandangnya sendiri.
ADVERTISEMENT
Selamat buat Italia, Salut buat Inggris..Keberuntungan saja yang menetukan hasil akhir.
Salam Sepak bola, Semangat dan selalu "Biar kuat minum Kuku Bima, Roso!
** Asep Totoh - Dosen Ma’soem University, Kepala HRD Yayasan Bakti Nusantara 666 Cileunyi.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020