Opini & Cerita
·
31 Agustus 2020 6:02

Strategi 'Word of Mouth' Era Digital

Konten ini diproduksi oleh Asep Totoh
Strategi 'Word of Mouth' Era Digital (513268)
Ilustrasi gosip, nyinyir, julid. Foto: Shutter Stock
Berkunjung kembali untuk makan ke sebuah rumah makan di masa new normal, sambil menunggu makanan di sajikan tetiba terlihatlah tulisan sebuah slogan yang dipampang tepat di dinding atas. Sederhana sekali, Jika Anda Puas Beritahu Teman, Jika Anda Kecewa Beritahu Kami.” Di era digital saperti saat ini, ternyata masih ada yang melakukan promosi (advertising) dengan pendekatan lama bahkan sebagian ahli mengatakan masih tradisional.
ADVERTISEMENT
Hemat penulis, ini merupakan strategi pemasaran sederhana yang “memanfaatkan” konsumen atau pelanggannya sebagai pembawa berita positif bagi perusahaannya. Faktor-faktor apa saja yang merupakan kelebihan perusahaan yang membuat konsumennya puas, diharapkan akan disampaikan ke teman-temannya, agar mau menggunakan produk (barang/jasanya) juga.
Strategi yang digunakan oleh Rumah makan ini sampai sekarang dikenal Istilahnya word of mouth marketing (WOMM) atau dari mulut ke mulut. Menurut versi penulis menyebut sebagai Pemasaran saling memberi kabar, strategi word of mouth marketing (WOMM) mulai dilirik setelah krisis menerpa dunia perekonomian, metode ini dinilai menjadi cara ampuh dalam memasarkan produk dan jasa.
Walaupun disebut sebagai strategi pemasaran tradisional, namun strategi ini masih dianggap sebagai salah satu strategi yang paling efektif. Pemasaran dari mulut ke mulut terbilang efektif karena orang memiliki kecenderungan untuk mempercayai informasi orang yang dikenalnya. Dengan kata lain, informasi yang diberikan seseorang tentang suatu produk kepada orang lain sama atau lebih besar efektifnya dengan iklan.
ADVERTISEMENT
Dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi maka word of mouth pun terus mengalami perkembangan, hingga saat ini muncul Digital Word of Mouth Marketing. Ide ini muncul seiring dengan makin banyaknya marketer yang memasarkan produknya melalui media digital, termasuk juga di dalamnya media sosial. Kalau di era terdahulu para konsumen tidak bisa membahas produk yang mereka sukai secara luas, kini dengan adanya media sosial segalanya jadi lebih mudah. Review positif mengenai suatu produk akan menyebar dengan cepat bahkan dalam hitungan menit. Itulah yang menjadikan WOMM benar-benar bisa diaplikasikan di dunia digital pada saat ini.
Jika kita melihat strategi WOMM secara sederhana saja memiliki kekuatan dan efektivitas juga efisiensi yang efektif, bagaimana dengan digital WOMM?Kekuatan WOMM tadi lebih besar puluhan bahkan ratusan kali lipat, maka melalui dunia digital penyebaran informasi akan terjadi dengan sangat cepat dan menyeluruh, dalam artian bisa menjangkau seluruh belahan dunia. Dengan dunia digital, WOMM ini bisa menghubungkan lebih banyak orang bahkan ratusan atau ribuan dan orang bisa berkomunikasi secara real time pada waktu bersamaan.
ADVERTISEMENT
Ada banyak media yang bisa di gunakan dalam hal ini, sebut saja Facebook,Twitter, Instagram, YouTube, dan whatsapp yang sekarang orang bisa dengan leluasa membangun komunikasi dan komunitas social untuk saling berbagi (share) bukan hanya tulisan, cerita, cuitan, tapi bisa gambar juga video atau file lainnya. Era digital saat ini juga masih banyak lagi media sosial yang bisa digunakan secara gratis untuk media promosi.
Begitupun di sekolah atau Lembaga Pendidikan lainnya, keberadaan sekolah di tengah persaingan yang ada akan menjadikan sekolah sebagai salah satu bentuk jasa pendidikan harus mampu untuk membaca segala peluang dan ancaman yang ada serta dituntut untuk mampu melaksanakan strategi pemasaran dan meningkatkan pelayanan yang ada agar sekolah dapat bertambah dan berkembang lebih maju.
ADVERTISEMENT
Untuk mencapai hal itu, para pengelola sekolah harus menerapkan konsep pemasaran modern yang berorientasi pasar atau pelanggan karena mereka merupakan ujung tombak keberhasilan pemasaran (Kuswanto, 2005; Riswono, 2010). Kualitas layanan merupakan salah satu faktor kunci bagi keberhasilan sebuah sekolah sebagai industri yang menawarkan produk jasa pendidikan.
Selanjutnya tidak ada yang lebih penting selain menempatkan masalah Positive Word of Mouth (positive WOM) terhadap pelanggan melalui pelayanan sebagai salah satu komitmen bisnisnya. Jika pelayanan yang diberikan kepada pelanggan itu baik dan memuaskan maka akan berpengaruh pada positive word of mouth (Enis et al., 1988; Luo, 2007).
Maka pendekatan atau cara terbaik untuk menjalankan strategi word of mouth ini terutama di era digital adalah dengan memberikan kualitas produk yang terbaik, dengan sendirinya para konsumen akan dengan sukarela membagikan informasi kepada rekan-rekannya bila ia puas atau mungkin kecewa terhadap produk. Strategi ini tentunya berbeda dengan strategi pemasaran lain yang membutuhkan biaya, strategi pemasaran yang satu ini tidak membutuhkan biaya sama sekali. Kuncinya, kualitas produk dan pelayanan yang baik. Itu adalah harga mati agar informasi positif mengenai produk yang di tawarkan, dapat tersebar ke berbagai orang melaui mulut ke mulut atau pun secara berbagi kabar digital.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya dikutip dari entrepreneur.com sebuah bisnis harus fokus menciptakan layanan yang dapat mengubah pelanggan menjadi penggemar yang tidak berhenti membicarakan produk Anda. Bila sudah sampai pada tahap tersebut, itu sudah mengindikasikan bahwa produk kita sudah melampaui ekspektasi pelanggan dengan kualitas produk maupun layanan yang diberikan. Dan untuk sampai tahap ini, maka pelanggan harus mampu merasa bahwa ia tidak sekadar membeli sebuah produk, tetapi terbantu atau merasa lebih baik ketika membeli produk kita. Mencari dan mendapatkan pelanggan merupakan salah satu hal sulit saat dalam bisnis kita, dan mempertahankan pelanggan akan menjadi lebih sulit lagi. Artinya kita harus memberikan perhatian lebih untuk menciptakan kepuasan dan keloyalan pelanggan. Hal ini akan menjadi salah satu aset penting dalam menjalankan dan mengembangkan sebuah bisnis.
ADVERTISEMENT
Alhasil, menjaga hubungan baik dengan pelanggan adalah salah satu strategi pemasaran yang efektif untuk mempertahankan pelanggan di tengah persaingan bisnis. Hubungan yang baik dengan pelanggan secara otomatis akan membuat pelanggan loyal, sedangkan pelanggan yang kecewa akan meninggalkan kita dan berpaling ke penjual lainnya. Maka cara terbaik dalam pelayanan kita adalah jangan membuat atau menimbulkan rasa kecewa pelanggan.
Asep Totoh - Dosen Ma'soem University, HRD Yayasan Pendidikan Bakti Nusantara 666