kumparan
13 Agustus 2019 11:30

Mencegah Kebakaran Saat Blackout

Blackout, Mati listrik massal, mati listrik
Ilustrasi mati listrik. Foto: Pixabay
Mati listrik massal pada Minggu (5/8) menyebabkan pemadaman listrik total (blackout) pada sebagian besar wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten dari pukul 11.50 hingga pukul 00.00 WIB yang diduga karena adanya kerusakan pembangkit listrik di Suralaya dan Cilegon. Pemadaman serupa juga pernah terjadi pada tahun 1997 dan 2005 yang terjadi di Jawa - Bali.
ADVERTISEMENT
Pemadaman listrik total menghasilkan kerugian ekonomi yang besar, baik bagi PT PLN, industri, dan masyarakat yang aktivitasnya bergantung dengan keberadaan listrik. Perkiraan awal kerugian yang dialami PLN adalah sekitar 90 miliar dan kerugian industri dan masyarakat diperkirakan jauh lebih besar lagi. Pada saat itu, diperkirakan 21 juta warga terdampak atas kerugian pemadaman listrik total. Kerugian yang dialami bukan saja disebabkan oleh serangkaian aktivitas yang terhambat karena listrik yang padam namun juga diakibatkan dengan meningkatnya jumlah kejadian kebakaran akibat pemadaman listrik tersebut.
Kebakaran yang terjadi di pemukiman umumnya terjadi di daerah perkotaan yang penuh perumahan penduduk, dapat meluas dari satu rumah ke rumah yang lain dengan cepat, dan menghasilkan asap yang gelap dan mematikan. Kombinasi dari pasokan oksigen yang cukup, adanya pemicu yang menyebabkan percik api, dan bahan yang mudah terbakar bisa menyebabkan kebakaran yang luas dan mematikan.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) DKI Jakarta selama tanggal 4-5 Agustus 2019, terdapat kebakaran yang diduga karena arus pendek listrik sebanyak 16 kejadian, 11 kejadian akibat lilin, dan 10 kejadian akibat kebakaran sampah. Sebagian besar kejadian kebakaran terjadi pada malam hari antara pukul 18.00 - 05.59 WIB yang mana kebutuhan akan cahaya meningkat salah satunya dari lilin. Lima orang warga menjadi korban jiwa akibat dari serangkaian kebakaran yang disebabkan oleh pemadaman listrik. Selain kerugian berupa korban jiwa, terdapat juga kerugian materi, kerugian psikologis seperti trauma dan stres, dampak pada kesehatan karena menghirup asap beracun dan kerugian pada lingkungan.
DPKP DKI Jakarta juga menyarankan masyarakat untuk mengubah kebiasaan dengan menggunakan emergency lamp untuk mencegah terjadinya kebakaran. Selain penggunaan emergency lamp, terdapat tindakan penanggulangan kebakaran (Fire Safety) yang bertujuan untuk menyelamatkan jiwa manusia dan menghindari kerusakan seminimal mungkin. Penanggulangan kebakaran lainnya dapat juga dilakukan oleh setiap keluarga di rumah dengan mengenal tindakan-tindakan pencegahan, tindakan saat terjadi kebakaran, dan tindakan sesudah kebakaran yang telah dikembangkan oleh PREDIKT.
Attisa
Tindakan untuk mencegah kebakaran. Foto: Dok: Instagram.com/predikt.id
Sebagai tindakan untuk mencegah kebakaran di rumah dan lingkungan rumah, para penghuni rumah bisa menyusun rencana siap siaga di rumahnya untuk menyepakati tindakan-tindakan yang mesti disiapkan, jalur evakuasi, dan tempat berkumpul yang aman, nomor telepon penting, dan juga mengenal tindakan-tindakan sebelum, saat, dan sesudah terjadi kebakaran.
ADVERTISEMENT
Saat kebakaran terjadi, masyarakat dapat melakukan tindakan berikut untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar antara lain berusaha memadamkan api secepat mungkin, menghindari kabel atau sumber listrik, hubungi pemadam kebakaran di nomor 113 dan nomor darurat di 112, jika ada asap segera keluar dengan merangkak di bawah asap dan bernapas secara pendek, tutupi kepala dan badan dengan kain basah. Perhatikan pula gagang pintu terutama yang terbuat dari bahan yang mudah mengantarkan panas, sentuh dulu dengan punggung tangan kita untuk mengetahui apakah pegangan pintu panas atau tidak. Selalu gunakan tangga darurat dan hindari lift untuk keluar dari gedung bertingkat, dan apabila pakaian terbakar, bergulinglah hingga padam, jika memungkinan, bantu orang-orang sekitarmu.
Attisa
Tindakan saat terjadi kebakaran. Foto: Dok: Instagram.com/predikt.id
Sesudah kebakaran masyarakat, juga diharapkan untuk mewaspadai api kecil yang dapat memicu kebakaran lanjutan, mewaspadai pohon, tiang listrik, dan kabel listrik yang terbakar, gunakan sarung tangan karet saat bersih-bersih, serta periksa segara kerusakan listrik, gas, atau bangunan yang terkena api.
Attisa
Tindakan sesudah kebakaran. Foto: Dok: Instagram.com/predikt.id
Pemadaman listrik memang berada di luar kontrol masyarakat sebagai konsumen. Namun masyarakat dapat menghindari terjadinya kebakaran, karena sebagian besar kejadian kebakaran adalah karena kelalaian penghuni rumah. Usaha penanggulangan kebakaran di daerah pemukiman sebaiknya dilaksanakan secara terintegrasi dan holistik dengan melibatkan secara aktif di tingkat keluarga dan di tingkat masyarakat. Usaha ini bertujuan untuk mengurangi adanya kerugian materil, psikologi, sosial, dan lingkungan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan