kumplus- Opini Aulia Adam- FFI 2021

FFI 2021: Film, Penonton, Negara

Jurnalis dan penulis. Nomine Kritik Film FFI 2021.
25 November 2021 10:36
·
waktu baca 8 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Festival Film Indonesia (FFI) dan slogan “kebangkitan film Indonesia” sudah lengket sejak awal.
Gelaran pertamanya pada 1955 diinisiasi oleh Usmar Ismail dan Djamaludin Malik karena--salah satunya--keresahan melihat bioskop-bioskop kelas satu yang memonopoli pemutaran dengan film-film asal Amerika Serikat. Nasib film nasional suram, digempur globalisasi perdagangan film dari Malaysia, India, dan AS.
Mulanya pagelaran FFI bolong-bolong. Kadang ada, kadang tidak. Baru pada 1973 ia menjadi teratur, setelah Yayasan Festival Film Indonesia (YFI) berdiri. Kata JB Kristanto dalam "Orang Film Ingin Mengurus FFI Sendiri" pada buku Nonton Film Nonton Indonesia (1991), YFI sengaja dibentuk untuk merangsang produksi film nasional menuju industri.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Film Indonesia bangkit dari pandemi: kesadaran politis menguat, dapat banyak penghargaan bergengsi. FFI meriah, tapi sudahkah penonton dalam negeri dibiarkan ikut merayakan? Simak opini kritikus film pemenang penghargaan khusus FFI 2021, Aulia Adam