4 Hasil Utama Pertemuan Xi Jinping dan Kim Jong-un di Pyongyang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri perjamuan yang dipandu oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di sela kunjungan negaranya di Pyongyang, Korea Utara, Senin (8/6/2026). Foto: KCNA/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri perjamuan yang dipandu oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di sela kunjungan negaranya di Pyongyang, Korea Utara, Senin (8/6/2026). Foto: KCNA/via REUTERS

Presiden China Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un menghasilkan sejumlah kesepahaman strategis dalam pertemuan bilateral di Pyongyang selama dua hari.

Pertemuan tersebut merupakan kunjungan pertama Xi ke Korut sejak 2019 dan menjadi lawatan luar negeri pertama Xi pada 2026.

Pada Senin (8/6), Xi menyatakan kesiapan untuk membawa hubungan kedua negara ke level yang lebih tinggi di tengah perubahan situasi global.

"Saya bersedia bekerja sama untuk membawa hubungan kedua negara ke tingkat yang baru," kata Xi.

Dalam pertemuan tersebut, Xi menyampaikan empat hal utama yang akan menjadi pengembangan arah China-Korut ke depan, seperti dilaporkan dalam laman resmi Dewan Negara China.

Perkuat Komunikasi dan Kepercayaan Politik

Xi Jinping menekankan pentingnya menjaga komunikasi langsung antara para pemimpin kedua negara sebagai fondasi hubungan Beijing-Pyongyang.

Menurut laporan kantor berita China Xinhua, China dan Korut sepakat mempertahankan pertukaran tingkat tinggi serta memperluas komunikasi antarlembaga partai dan pemerintahan.

Presiden Tiongkok Xi Jinping berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di sela kunjungan negaranya ke Pyongyang, Korea Utara, Senin (8/6/2026). Foto: KNCA/via Reuters

"Pertukaran strategis antara para pemimpin kedua negara adalah kekuatan terbesar hubungan China-Korea Utara," kata Xi.

Kim Jong-un menyambut usulan tersebut dan mengatakan hubungan kedua negara merupakan "pilihan strategis yang tidak berubah" bagi Pyongyang.

Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan

Pertemuan Xi-Kim juga menghasilkan kesepakatan untuk memperluas kerja sama ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara.

Sektor yang menjadi fokus meliputi perdagangan, pertanian, konstruksi, kesehatan, sains, dan teknologi.

"Kedua negara harus berpegang pada tujuan memberikan manfaat bagi rakyat dan meningkatkan tingkat kerja sama praktis," ujar Xi.

Xi juga mendorong peningkatan mobilitas masyarakat setelah pembukaan kembali perbatasan dan layanan transportasi lintas negara.

Pererat Hubungan Antarmasyarakat

Xi secara khusus menyoroti pentingnya mewariskan persahabatan tradisional antara China dan Korut kepada generasi muda.

Kedua negara sepakat memperluas pertukaran budaya dan hubungan antarmasyarakat guna memperkuat fondasi hubungan jangka panjang.

"Persahabatan tradisional yang ditempa dengan darah adalah aset berharga bersama bagi rakyat kedua negara," kata Xi.

Presiden Tiongkok Xi Jinping berjalan bersama pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di sela kunjungan negaranya ke Pyongyang, Korea Utara, Senin (8/6/2026). Foto: KNCA/via Reuters

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah merawat situs-situs peringatan Tentara Sukarelawan Rakyat China di Korut serta memperkuat pendidikan sejarah dan nilai-nilai revolusioner kepada generasi muda.

Kunjungan ini pun bertepatan dengan peringatan 65 tahun Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik China-Korea Utara yang ditandatangani pada 1961.

Tingkatkan Koordinasi Strategis dan Keamanan

Selain kerja sama ekonomi, Xi dan Kim sepakat meningkatkan koordinasi strategis untuk menjaga kepentingan nasional masing-masing.

Xinhua melaporkan Xi menyerukan penguatan kerja sama di bidang diplomasi, penegakan hukum, dan militer.

"China dan Korea Utara harus dengan tegas menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan masing-masing," kata Xi.

Sementara itu, Reuters melaporkan Kim kembali menegaskan dukungannya terhadap prinsip "Satu China", termasuk posisi dan kepentingan nasional Beijing terkait Taiwan.

Menurut Kim, pengembangan hubungan Korut-China akan tetap menjadi salah satu prioritas strategis utama negaranya.