Xi Jinping Temui Kim Jong-un, Janji Bawa Hubungan ke Tingkat Baru

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Tiongkok Xi Jinping berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di sela kunjungan negaranya ke Pyongyang, Korea Utara, Senin (8/6/2026). Foto: KCNA/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Tiongkok Xi Jinping berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di sela kunjungan negaranya ke Pyongyang, Korea Utara, Senin (8/6/2026). Foto: KCNA/via REUTERS

Presiden China Xi Jinping menyatakan siap membawa hubungan negaranya dengan Korea Utara (Korut) ke "tingkat baru" saat bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Pyongyang, Senin (8/6).

Kunjungan Xi merupakan lawatan pertamanya ke Korut sejak 2019 dan menjadi perjalanan luar negeri pertamanya pada 2026.

Dilansir AFP, Xi dan istrinya, Peng Liyuan, disambut langsung oleh Kim dalam upacara kenegaraan meriah yang diwarnai karpet merah, penghormatan militer, dan ribuan warga yang memadati jalan-jalan ibu kota.

Dalam pertemuan bilateral, Xi menegaskan komitmennya untuk mempererat hubungan kedua negara.

"Saya bersedia bekerja sama untuk membawa hubungan kedua negara ke tingkat yang baru," kata Xi, menurut kantor berita Xinhua.

Presiden Tiongkok Xi Jinping berjalan bersama pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam upacara penyambutan di sela kunjungan negaranya di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, Korea Utara, Senin (8/6/2026). Foto: KCNA/via REUTERS

Xi juga menyerukan peningkatan kerja sama di bidang diplomasi, penegakan hukum, dan militer.

"Tak peduli bagaimana situasi internasional berubah, persahabatan tradisional antara China dan Korea Utara tidak akan berubah," ujarnya.

Kunjungan Xi berlangsung di tengah kebuntuan pembicaraan nuklir Korut dengan AS dan menguatnya hubungan Pyongyang dengan Moskow dalam beberapa tahun terakhir.

Meski China mendukung denuklirisasi Semenanjung Korea, Korut berulang kali menegaskan statusnya sebagai negara pemilik senjata nuklir yang "tidak dapat dibatalkan".

Sejumlah analis menilai pertemuan Xi dan Kim juga menjadi upaya Beijing mempertahankan pengaruhnya di Pyongyang di tengah semakin eratnya hubungan Korea Utara dengan Rusia.