Konten dari Pengguna

Kok Bisa Bahasa Inggris Jadi Bahasa Dunia?

auliana aqillah

auliana aqillah

Mahasiswa UIN Syarif hidayatullah jakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari auliana aqillah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa Inggris yang kini menjadi bahasa internasional sejuta umat ternyata memiliki sejarah panjang yang menarik. Ia tidak muncul begitu saja sebagai bahasa dominan dunia, melainkan tumbuh dari akar yang sangat lokal—bahkan bisa dibilang primitif—yakni dari rumpun bahasa Anglo-Saxon di daratan Eropa.

Bahasa Inggris Lama: Warisan Suku Jermanik

Kisah bahasa Inggris dimulai sekitar abad ke-5 Masehi, ketika bangsa Anglo, Saxon, dan Jute—suku-suku Jermanik dari wilayah yang kini dikenal sebagai Jerman dan Denmark—menyeberangi Laut Utara dan menetap di Britania. Mereka membawa serta bahasa mereka yang disebut Old English atau Inggris Lama.

Bahasa ini sangat berbeda dari bahasa Inggris modern. Jika kita melihat teks-teks Old English, hampir mustahil bagi penutur bahasa Inggris masa kini untuk memahaminya tanpa belajar khusus. Namun, di sinilah fondasi pertama bahasa Inggris dibangun.

Pengaruh Bahasa Latin dan Norse

Seiring waktu, bahasa Inggris mulai berkembang. Salah satu momen penting adalah ketika Kekristenan masuk ke Inggris sekitar abad ke-7. Bersamaan dengan itu, datang pula pengaruh bahasa Latin—bahasa para pendeta dan sarjana gereja. Banyak istilah keagamaan dan ilmiah dari Latin mulai meresap ke dalam bahasa Inggris.

Tak lama kemudian, datang pula para penyerbu Viking dari Skandinavia. Mereka membawa bahasa Norse Kuno yang turut menyumbangkan banyak kosakata, terutama kata-kata sehari-hari seperti sky, egg, knife, dan window. Percampuran ini memperkaya dan menyederhanakan struktur bahasa Inggris.

Bahasa Inggris Tengah: Efek Penaklukan Norman

Tahun 1066 menjadi titik balik besar ketika Inggris ditaklukkan oleh William si Penakluk dari Normandia (Prancis). Selama ratusan tahun setelahnya, bahasa Prancis menjadi bahasa resmi pemerintahan, hukum, dan kalangan bangsawan di Inggris. Bahasa Inggris tetap digunakan rakyat biasa, tetapi secara perlahan menyerap ribuan kosakata dari bahasa Prancis.

Hasilnya, terbentuklah Middle English atau Inggris Tengah—bahasa yang digunakan oleh penulis seperti Geoffrey Chaucer dalam The Canterbury Tales. Struktur tata bahasa Inggris mulai menyederhana, dan perbendaharaan katanya makin kaya.

Bahasa Inggris Modern: Cetak, Shakespeare, dan Kolonialisme

Memasuki abad ke-15, bahasa Inggris kembali mengalami transformasi besar. Penemuan mesin cetak oleh Gutenberg membuat buku-buku mulai dicetak dalam bahasa Inggris, bukan Latin. Ejaan mulai distandardisasi, dan penggunaan bahasa Inggris makin meluas.

Pada masa ini, William Shakespeare muncul sebagai tokoh penting yang memperkaya bahasa Inggris dengan ribuan kata dan ungkapan baru yang masih digunakan hingga kini. Masa ini juga disebut sebagai periode Early Modern English.

Namun, loncatan terbesar terjadi saat Inggris menjadi kekuatan kolonial. Koloni-koloni Inggris tersebar dari Amerika, Afrika, India, hingga Australia. Bahasa Inggris ikut menyebar bersama kapal-kapal dagang, tentara, dan misionaris. Setiap wilayah yang disentuh kolonialisme Inggris membawa pengaruh lokal yang kembali membentuk variasi bahasa Inggris tersendiri.

Bahasa Global Era Modern

Hari ini, bahasa Inggris digunakan oleh lebih dari 1,5 miliar orang di dunia—baik sebagai bahasa ibu, kedua, maupun asing. Ia menjadi bahasa resmi dalam diplomasi, bisnis, teknologi, hiburan, dan internet. Bahasa Inggris telah berkembang jauh dari akar Anglo-Saxon-nya dan terus berubah mengikuti zaman.

Dari desa-desa kecil di Inggris abad pertengahan hingga rapat PBB dan cuitan di media sosial, bahasa Inggris telah menjadi jembatan komunikasi global. Perjalanan panjang ini membuktikan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tapi juga cermin sejarah dan peradaban.

https://images.pexels.com/photos/335393/pexels-photo-335393.jpeg?cs=srgb&dl=pexels-nastyasensei-66707-335393.jpg&fm=jpg&_gl=1*1h0g0qi*_ga*MjA0NDQyODk4NS4xNzQ5MDAyNzE2*_ga_8JE65Q40S6*czE3NDkwMDI3MTUkbzEkZzEkdDE3NDkwMDI4NDkkajU2JGwwJGgw