Konten dari Pengguna

Di Balik Layar TikTok: Tekanan yang Diam-Diam Membentuk Remaja

Aurelio Yose Rizal
Mahasiswa semester 1 Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Minat pada isu kesehatan mental. Ex ketua OSIS di SMA. Aktif di AIESEC IGV sebagai Organizing Committee. Terlibat sebagai volunteer Customer Experience di Google Developer Group UIN
14 Desember 2025 3:59 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Di Balik Layar TikTok: Tekanan yang Diam-Diam Membentuk Remaja
Bagaimana TikTok memengaruhi identitas, emosi, dan keseharian remaja? Artikel ini membahas sisi kreatif hingga tekanan sosial yang dialami generasi muda di era digital
Aurelio Yose Rizal
Tulisan dari Aurelio Yose Rizal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ilustrasi remaja pengguna media sosial. Image by freepik.com https://www.freepik.com/free-photo/medium-shot-women-sitting-with-smartphones_26923317.htm#fromView=search&page=1&position=2&uuid=a99149f5-fd4e-4688-9978-e976b5217b3c&query=TikTok+dan+Pembentukan+Identitas+Digital+Remaja
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi remaja pengguna media sosial. Image by freepik.com https://www.freepik.com/free-photo/medium-shot-women-sitting-with-smartphones_26923317.htm#fromView=search&page=1&position=2&uuid=a99149f5-fd4e-4688-9978-e976b5217b3c&query=TikTok+dan+Pembentukan+Identitas+Digital+Remaja
ADVERTISEMENT
Di era digital saat ini, TikTok telah menjadi salah satu ruang terbesar bagi remaja untuk berekspresi, berbagi cerita, hingga membangun identitas sosial mereka. Fitur video singkat yang cepat, kreatif, dan interaktif membuat aplikasi ini terasa seperti dunia kecil tempat remaja menemukan “versi diri” yang ingin mereka tampilkan. Namun di balik serunya tren dan tantangan viral, penelitian menunjukkan bahwa TikTok juga membawa tekanan emosional yang tidak selalu disadari oleh penggunanya (Kis et al., 2024).
ADVERTISEMENT
1. TikTok dan Pembentukan Identitas Digital Remaja Remaja memakai TikTok bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk memperlihatkan siapa diri mereka. Mulai dari pilihan lagu, gaya berpakaian, hingga cara mereka berinteraksi dengan komentar—semuanya membentuk citra digital. Penelitian menyebutkan bahwa TikTok menjadi ruang baru bagi remaja untuk membangun dan merepresentasikan identitas sosial mereka:
“Remaja membentuk dan merepresentasikan identitas sosial mereka secara digital melalui TikTok.” (Carolan et al., 2025, p. 443)
Hal ini juga selaras dengan temuan lain yang menegaskan bahwa media sosial seperti TikTok telah berkontribusi pada perubahan pola interaksi, pembentukan identitas digital, dan meningkatnya tekanan sosial pada remaja (Rizqillah & Akhiyat, 2021).
ilustrasi remaja yang mengalami FOMO dan tekanan media sosial. Image by freepic.com https://www.freepik.com/free-photo/people-connected-social-media_20145176.htm#fromView=search&page=1&position=2&uuid=3c91e3d4-75b8-4e5e-8daa-bbcfbefe43bf&query=Validasi+Sosial%2C+FOMO%2C+dan+Tekanan+yang+Tidak+Terlihat
2. Validasi Sosial, FOMO, dan Tekanan yang Tidak Terlihat “Like”, komentar, dan jumlah tayangan menjadi bentuk baru dari validasi. Ketika konten tidak mendapatkan respons yang diharapkan, banyak remaja merasa kurang percaya diri atau bahkan cemas. Fenomena ini disebut FOMO (Fear of Missing Out).
ADVERTISEMENT
Penelitian fenomenologis pada remaja menunjukkan bahwa:
“Remaja mengalami euforia karena validasi sosial, namun juga menghadapi kecemasan dan tekanan emosional dalam mengejar pengakuan tersebut.” (Tamalonggehe et al., 2023, p. 315) Tekanan untuk menjadi relevan, cantik, menarik, atau “punya kehidupan seru seperti orang lain” membuat remaja mudah membandingkan dirinya dengan konten yang sebenarnya tidak selalu mencerminkan realitas.
Analisis literatur juga menunjukkan bahwa TikTok dapat memicu perbandingan sosial yang intens, yang berujung pada menurunnya self-esteem serta meningkatnya kecemasan (Kis et al., 2024).
ilustrasi pengguna tiktok yang mengalami penggeseran pola hidup. Image by freepik.com https://www.freepik.com/free-photo/close-up-man-exercising-after-online-instructor_21803122.htm#fromView=search&page=2&position=1&uuid=3e3c6660-3aba-4e1f-b153-5efcf512069d&query=Ketika+Konsumsi+TikTok+Menggeser+Pola+Hidup+dan+Kesehatan+Mental
3. Ketika Konsumsi TikTok Menggeser Pola Hidup dan Kesehatan Mental Penggunaan TikTok yang intens juga berdampak pada pola hidup. Banyak remaja yang mengalami perubahan jam tidur, sulit fokus belajar, hingga terjebak dalam doomscrolling—menonton video tanpa henti. Penelitian kuantitatif berskala besar menemukan bahwa: “Aktivitas di TikTok memiliki efek pada kecemasan, depresi, dan perubahan emosi remaja.” (Carolan et al., 2025, p. 446)
ADVERTISEMENT
Temuan lain menambahkan bahwa penggunaan TikTok yang berlebihan dapat mengganggu rutinitas harian, terutama waktu tidur, serta memengaruhi produktivitas dan kesehatan mental (Millah et al., 2024). Penutup: Perlu Keseimbangan di Tengah Arus Digital TikTok pada dasarnya bukan sesuatu yang negatif. Platform ini dapat membuka ruang kreativitas, hiburan, dan koneksi sosial. Namun, manfaatnya bergantung pada bagaimana pengguna mengatur batasan.
Penelitian menunjukkan pentingnya pendampingan keluarga, literasi digital, serta kemampuan remaja untuk menyadari kapan mereka perlu berhenti, beristirahat, dan kembali pada diri sendiri (Kis et al., 2024).
Nilai diri tidak pernah ditentukan oleh algoritma. Identitas sejati tumbuh dari bagaimana remaja mengenal, menerima, dan menghargai diri mereka sendiri—baik di dalam maupun di luar layar.
ADVERTISEMENT