kumparan
search-gray
Woman12 Mei 2020 16:34

Teman Jiwa

Konten kiriman user
Teman Jiwa (75303)
Photo by : Pinterest
“Pandai sekali berbohong , padahal hatinya sakit .Segala luka dan derita dia emban sendiri. Kalian punya hak untuk bercerita, menangis, atau bahkan mengadu . Kalian didengarkan dan dicintai oleh semesta. “ – Nadine Amizah
ADVERTISEMENT
Perih yang tak kunjung diobati membekas dalam jiwa. Tak pandai mengungkapkan kesesakan yang ada di hati merupakan poin utama dalam hidupku . Tak semua orang dapat mengekspresikan kesedihan dalam dirinya . Dan tak semua orang memiliki kepekaan untuk membantu jiwa yang terbelenggu. Salah atau tidak yang aku tahu manusia memiliki kesibukannya masing-masing. Hanya segelintir orang yang dapat mengesampingkan masalahnya untuk membantu sesama.
Aku menyebut mereka teman jiwa . Teman yang tergabung dalam komunitas , yang memiliki lara yang sama . Kita bergabung karena kesamaan yang kita miliki , dan perbedaan masalah yang ada . Mayoritas dalam komunitas ini adalah mereka yang mengalami broken home, dan mereka yang merasa terasingkan semesta.
ADVERTISEMENT
Aku bersyukur bisa menemukan mereka yang satu frekuensi denganku . Aku jadi semakin mengenal dunia yang tak seindah cerita di buku dongeng . Permasalahan merupakan makanan dalam kehidupan . Setiap individu memiliki permsalahannya sendiri dan setiap individu memiliki tingkat kesakitan yang berbeda.
Kami saling bertukar cerita , dan bertukar pikiran . Ada waktu dimana aku mendengarkan mereka yang mengeluh , lalu memberi masukan dan sedikit motivasi. Dan ada waktu lain dimana aku yang mengeluh tentang semesta yang tidak sejalan denganku. Kami tidak saling menyalahkan ketika sedang bercerita , karena kami tau yang dibutuhkan bukan argumentasi tetapi kenyamanan dalam bercerita..
Terkadang senyum merupakan tameng yang aku gunakan untuk menutupi kesedihan dalam diriku . Karena aku tahu tidak semua orang baik. Ada orang yang berpura-pura baik kepadaku , lalu mencemooh dan menertawai masalah yang aku hadapi di belakangku. Aku sangat menghindari manusia seperti itu . Aku lebih memilih berteman dengan mereka yang berani membicarakan secara langsung keburukan yang ada di dalam diriku .
ADVERTISEMENT
Kehidupan yang kami alami tak melulu pedih dan suram, seperti yang kebanyakan orang pikirkan . Kami juga menjalani kehidupan layaknya manusia lain. Kami memiliki cita dan angan yang tinggi . Mungkin kepedihan memang bagian dari jiwa kami , tetapi kebahagiaan adalah hak kami. Bangkit bersama dari keterpurukan merupakan kebahagiaan . Berhenti berpikir bahwa kami akan kalah dengan segala masalah. Kami tidak seperti itu, kami memiliki tujuan dalam hidup , sama seperti manusia lainnya.
Untuk kamu teman jiwaku dan untuk kamu yang juga merasakan hal yang sama denganku . Kamu perlu tahu bahwa semesta mencintai kamu , dengan apa adanya dirimu . Kamu berhak bahagia, kamu berhak untuk menangis dan mengadu . Jangan takut untuk terlihat sedih . Tak semua senyum berisi kebahagiaan. Lelaki atau perempuan , kamu berharga dan patut dicintai. Menangislah ketika sedih , tertawalah ketika bahagia. Kamu adalah kamu , jangan bohongi diri kamu sendiri.
ADVERTISEMENT
Berhenti berbicara bahwa masalah yang kamu alami jauh lebih besar dibanding masalah orang lain . Tingkat kepedihan dalam setiap individidu berbeda-beda. Lebih baik diam daripada berkomentar yang menyakitkan . Selalu berbuat baik kepada semua orang , tak terkecuali mereka yang jahat kepada kita. Berpikirlah terlebih dahulu sebelum kamu berbicara , karena bisa saja ada kalimat yang kamu ucapkan dan menyakitkan perasaan orang lain. Hiduplah seperti lilin , yang menerangi kegelapan . Jadilah manfaat bagi sesama, agar hidup yang kamu jalani penuh dengan berkat . (Ave Airiza Gunanto/ Politeknik Negeri Jakarta)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white