Jamila Ibu Tunggal yang Menjadi ART demi Keluarga

AwalidenganKebaikan adalah program dari Allianz dan kumparan untuk mengajak masyarakat berbuat baik dengan cara menceritakan orang lain yang menginginkan umrah

Cerita no. 16;
Oleh: Ririn Khairani
Dia bernama Ibu Jamila. Saya mengenal beliau saat saya mencari seseorang untuk bisa membantu saya dirumah pasca melahirkan anak kedua.
Beliau sehari-hari sebagai seorang Ibu Rumah Tangga sekaligus kepala keluarga untuk kedua anaknya yang semuanya adalah perempuan.
Hal yang sangat saya salut dari beliau adalah ketegaran beliau dalam menjalani kehidupan sehari-hari bersama anak tanpa sosok seorang suami.
Anak perempuannya pun sangat hormat kepada beliau. Mereka yang secara usia sudah dewasa, ikut membantu menopang perekonomian keluarga bersama.
Bu Jamilah pun tidak ingin sepenuhnya bergantung ke anaknya. Beliau akhirnya memutuskan untuk bekerja dirumah saya sebagai ART. Beliau terkenal sebagai tetangga yang peduli sesama. Aktif dalam organisasi RT namun tidak pernah lupa untuk selalu mengurus anaknya dan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sopan santun, lembah lembut dan kepribadian beliau yang sangat sabar menjadi poin penting saya merekomendasikan beliau layak untuk bisa mendapatkan kesempatan baik untuk pergi ke tanah suci bersama Allianz. Beliau sangat religius dan saya ketahui beliau juga peduli dengan sesama bahkan tidak segan untuk memberikan sebagian rejekinya ke tetangga beliau yang lebih membutuhkan. Sungguh beliau mempunyai hati yang mulia.
Selama bekerja dirumah saya pun, tidak pernah ada kata mengeluh, pekerjaan pun selalu beres. Komunikasi saya dan beliau selalu terjalin baik dan beliau selalu berprinsip untuk selalu jujur dalam segala hal. Karena menurut beliau, bohong itu hanya akan menguntungkan diri sendiri dalam sesaat, yang pada akhirnya akan jauh lebih menyulitkan saat kebohongan itu terungkap.
Begitulah singkat cerita dari seorang Bu Jamilah. Sosok ibu yang sangat di sayangi dan seorang pekerja keras yang patut kita contoh.
Keinginan beliau yang masih saya ingat adalah beliau sangat ingin bisa pergi ke tanah suci.
Setiap sholat beliau selalu berdoa agar keinginan nya bisa dikabulkan walaupun dia hanya seorang ART dan memiliki keterbatasan ekonomi. Namun beliau yakin, Allah itu Maha Adil dan Maha Mendengar semua doa hamba-Nya.

