News
·
19 September 2020 10:19

66 Kasus DBD di Bangka Selatan, Dua Diantaranya Meninggal Dunia

Konten ini diproduksi oleh Babel Hits
66 Kasus DBD di Bangka Selatan, Dua Diantaranya Meninggal Dunia (280803)
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangka Selatan, Didi Novri.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Selatan mencatat ada 66 kasus masyarakat yang terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang triwulan ketiga atau sampai Agustus 2020 di kabupaten tersebut.
ADVERTISEMENT
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangka Selatan, Didi Novri mengatakan dari awal bulan Januari hingga bulan Agustus 2020, pihaknya mencatat 66 kasus DBD di wilayah tersebut.
"Dari 66 kasus tersebut, dua diantaranya meninggal dunia," kata Didi, saat di konfirmasi, Sabtu (19/9/2020).
Lebih lanjut dikatakan Didi, kasus terbanyak terjadi pada tiga bulan pertama tahun 2020. Bulan Januari tercatat 11 kasus, Februari 20 kasus, Maret 13 Kasus.
"Jumlah kematian akibat DBD terjadi di bulan Februari 1 kasus, dan bulan Mei 1 kasus," jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan, Supriyadi mengatakan pihaknya sampai hari ini masih fokus di Kecamatan Pongok, yakni Desa Celagen yang pada akhir ini mengalami kenaikan kasus di daerah terluar tersebut.
ADVERTISEMENT
"Terdapat kenaikan kasus dalam bulan agustus di Desa Celagen, maka dari itu, kita melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di wilayah itu, hasilnya penampungan air hujana banyak jentik-jentik nyamuk sehingga diyakini sumber kasus DBD banyak di desa Celagen," tutur Supriyadi.
Supriyadi juga mengatakan dari hasil PE tersebut, pihaknya menyosialisasikan ke masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti.
"Selain PSN kita juga kasih abate untuk membunuh jentik nyamuk, namun sebagian masyarakat tidak mau karena abate berasa dan berbau kata mereka, padahal abate tidak berbahaya," tukasnya.
Masyarakat juga diiimbau untuk rutin melakukan gotong royong membersihkan lingkungan sekitarnya untuk kesehatan masyarakat itu sendiri.