News
·
20 Januari 2021 11:27

Akibat Video TikTok Tak Senonoh, 3 Waria di Pangkalpinang Ditangkap Buser

Konten ini diproduksi oleh Babel Hits
Akibat Video TikTok Tak Senonoh, 3 Waria di Pangkalpinang Ditangkap Buser (17674)
Polisi saat mendatangi TKP pembuatan video tik tok, bersama 3 waria.
Sempat menjadi viral aksi video tik tok dengan latar belakang Tugu Titik Nol Kilometer Pulau Bangka di Kota Pangkalpinang berakhir di kepolisian.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, video tik tok yang diperankan oleh tiga orang waria ini mempertontonkan adegan tidak pantas.
Tim Buser Naga bersama Sat Intelkam Polres Pangkalpinang, Selasa (19/1/2021) malam berhasil menciduk tiga waria dan satu orang yang berperan sebagai perekam video.
Pantauan babelhits.com tim yang dipimpin Aipda Rudi Kiai , melakukan pencarian di sejumlah kafe serta tempat hiburan yang diduga menjadi tempat para waria ini berkumpul.
Usaha pihak kepolisian tidak sia-sia, ketiga waria yang berinisial RS alias Rere (27) warga Bukit Merapin, SU alias Tessa (28) warga Pangkal Nyiur, Kabupaten Bangka dan JA alias (28) warga Desa Tanjung Gunung serta RE (28) Desa Kace Timur yang berperan sebagai perekam video.
ADVERTISEMENT
Kempat pemuda ini diamankan di wilayah Bukit Merapin, selain mengamankan empat pemuda ini juga turut diamankan barang bukti baju yang digunakan pada saat membuat tik tok.
Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra saat di konfirmasi mengatakan pihaknya mengetahui video tik tok beradegan tidak senonoh ini, melalui patroli cyber crime yang dilakukan pihaknya.
"Mengetahui adanya video yang meresahkan masyarakat ini, kami bersama Intelkam melakukan pendalaman siapa-siapa- yang berperan dalam pembuatan video ini," terang Adi Putra, Rabu (20/1/2021)
Setelah mendapatkan informasi yang jelas , pihaknya langsung menurunkan Tim Buser naga dan Intelkam untuk mencari keberadaan para waria ini.
"Alhamdulillah dalam waktu yang singkat dan berkat informasi-informasi yang kami terima serta identifikasi wajah, tim berhasil mengamankan empat orang pemuda ini," lanjut Kasat Reskrim.
ADVERTISEMENT
Dijelaskan Kasat Reskrim, selanjutnya ke empat pemuda tersebut dilakukan pemeriksaan terkait pembuatan video tik tok tersebut.
"Untuk selanjutnya, kami proses sesuai dengan UU ITE, namun semuanya nanti tergantung kebijakan Wali Kota Pangkalpinang atas nama warga Kota Pangkalpinang, karena kita tetap mengedepankan kearifan lokal, penegakan hukum merupakan langkah terakhir," tutup Kasat Reskrim.
Sementara itu, Rere pria kemayu yang sehari-hari bekerja sebagai sales konter HP mengaku video yang mereka buat hanya untuk iseng.
"Kami buat pada Jumat (15/1/2021) lalu sekitar pukul 01.30 WIB, awalnya mau dibuat di alun-alun, tetapi kami lebih memilih di monumen nol kilometer, karena saat ini monumen itu sedang tranding di media sosial usai diresmikan," tutur Rere.
ADVERTISEMENT
Diakuisisi Rere, dirinya berbuat tidak senonoh karena kesal dua rekannya tidak kompak dalam mengikuti gerakannya.
"Sudah diulang sampai tiga kali, tidak kompak juga jadi saya spontan beradegan tidak senonoh," ujar Rere.
Selanjutnya, ketiga waria yang berprofesi ini juga meminta maaf kepada seluruh warga Kota Pangkalpinang.
"Kami meminta maaf yang sebesar besarnya kepada warga Pangkalpinang atas video yang tidak senonoh dan berujung viral , dan kami tidak bermaksud apa-apa, apalagi mempermalukan masyarakat Bangka Belitung kepada Wali Kota Pak Molen, Ibu Monica kami mohon maaf juga kepada Gubernur Bangka Belitung , kami mohon dimaafkan dan kami berjanji tidak akan mengulangi kejadian yang sama," tukas RS didampingi dua rekannya.