kumparan
search-gray
News3 Juli 2020 19:51

BPJS Kesehatan Babar Lunasi Klaim Puskesmas dan Rumah Sakit

Konten Redaksi Babel Hits
BPJS Kesehatan Babar Lunasi Klaim Puskesmas dan Rumah Sakit (306476)
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Anugrah Maha Putra.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Anugrah Maha Putra mengungkapkan pihaknya telah melunasi klaim dari puskesmas dan rumah sakit di Bangka Barat.
ADVERTISEMENT
"Klaim yang dibayarkan itu sudah seluruhnya seiring awal Juli BPJS Kesehatan menerima iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN dari pemerintah sebesar Rp 4,05 triliun," kata Anugrah yang disapa Aan, Jumat (03/07/2020).
Ditambahkan Anugrah dengan dilunasi klaim maka dipastikan tidak ada lagi tunggakan ke pihak rumah sakit se-Bangka Barat.
"Jadi dengan diterimanya iuran tersebut, BPJS Kesehatan memastikan tidak ada tunggakan bagi rumah sakit," imbuh Anugrah.
Aan menerangkan Sesuai Amanah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020, per 1 Juli 2020 iuran JKN-KIS bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) disesuaikan menjadi Rp 150 ribu untuk kelas 1, Rp 100 ribu untuk kelas 2 dan Rp 42 ribu untuk kelas 3.
ADVERTISEMENT
"Namun khusus kelas 3, di tahun 2020 ini, peserta hanya membayar sebesar Rp 25.500, sisanya sebesar Rp16.500 dibiayai oleh pemerintah," katanya.
Diterangkannya, dengan berlakunya nominal iuran yang baru, diharapkan akar masalah defisit BPJS Kesehatan bisa mulai terselesaikan. Pembayaran klaim selama tahun 2020 yakni untuk pelayanan RJTP sebesar Rp 4.333.599.650, pelayanan RITP sebesar Rp.1.343.580.000, pelayanan RJTL RITL sebesar Rp 16.048.517.400 dan total yang dilunasi sebesar Rp 21.725.697.050.
"Pelunasan klaim sampai Bulan Juli 2020, RJTP RITP tuh ke puskesmas dan klinik dan dokter se Babar, kalau RJTL RITL rumah sakit se-Babar," jelasnya.
Aan berharap masyarakat Bangka Barat dapat ikut turun tangan menjaga keberlanjutan Program JKN-KIS.
"Dimulai dari hal yang sederhana saja, misalnya mendaftarkan diri dan keluarga menjadi peserta JKN-KIS selagi sehat, membayar iuran JKN-KIS secara rutin, tepat waktu dan tidak menunggak serta menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih," tukasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white