Jasad Pekerja Tambang yang Diserang Buaya di Bangka Ditemukan Mengenaskan

Konten Media Partner
14 Oktober 2021 14:39
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Jasad Pekerja Tambang yang Diserang Buaya di Bangka Ditemukan Mengenaskan (136337)
searchPerbesar
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad pekerja tambang di Bangka yang jadi korban serangan buaya.
Jasad pekerja tambang timah, Hendriansyah atau kerap disapa Pulong (33) warga Sinar Gunung Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka, yang jadi korban keganasan buaya di Sungai Sakan, akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan. Kamis (14/10/21).
ADVERTISEMENT
Korban ditemukan oleh tim SAR Gabungan sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Babelhits.com, saat ditemukan kondisi jasad korban sangat mengenaskan. Di mana tangan sebelah kiri korban putus diduga akibat gigitan sang predator ganas tersebut. Selain itu, tangan kanan hingga paha korban juga patah.
"Posisi korban saat ditemukan terdapat beberapa bekas gigitan buaya," ungkap Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Fazzli.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ia menyampaikan bahwa terhadap korban saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit guna otopsi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
"Atas ditemukan korban tersebut, operasi SAR ini kita tutup. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang terlibat baik itu dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, dan relawan maupun masyarakat setempat," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Diberitakan sebelumnya peristiwa kejadian tersebut terjadi pada Rabu (13/10/21) sekitar pukul 16:00 wib
Pada peristiwa itu dua warga Sinar Gunung Riau Silip sedang bekerja menarik ponton TI dan tiba-tiba di sambar buaya, seketika itu tubuh korban di bawa oleh buaya tersebut.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020