News
·
10 Juni 2021 16:54
·
waktu baca 2 menit

Kendati Sudah Divaksin, 198 Warga di Bangka Belitung Masih Terpapar COVID-19

Konten ini diproduksi oleh Babel Hits
Kendati Sudah Divaksin, 198 Warga di Bangka Belitung Masih Terpapar COVID-19 (4049)
Ilustrasi vaksin corona. Foto: AFP/Mladen ANTONOV
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Bangka Belitung , Dr Bangun mengungkapkan sebanyak 198 warga yang sudah diberikan vaksin namun masih terpapar COVID-19.
ADVERTISEMENT
Dikatakan Bangun, 198 warga ini semuanya mengalami gejala sedang dan sudah mendapatkan perawatan.
"Perlakuan perawatan sama seperti pasien COVID-19 lainnya, dimana mereka akan dikarantina selama 10 hari apabila tidak ada gejala, yang 14 hari karantina itu untuk pasien yang bergejala," terang Bangun, saat dihubungi Babelhits, Kamis (10/6/2021).
Bangun menjelaskan pasien yang terpapar ini rata-rata mereka terpapar vaksinasin pertama di Hari 12 - 14. Dan Vaksinasinasi ke 2 di Hari ke 24 - 28 pasca vaksinasi. Bangun menambahkan bahwa vaksin yang digunakan selama ini masih menggunakan vaksin Sinovac.
"Untuk rentang usia 20 sampai dengan 40 tahun, dan semuanya sudah sembuh," jelasnya.
Menurut, Bangun orang yang sudah divaksin bukan berarti kebal terhadap COVID-19. Hanya saja tubuh manusia yang sudah divaksin sudah siap apabila terpapar COVID-19.
ADVERTISEMENT
"Jadi gejala yang ditimbulkan hanya ringan sedang tidak sampai ke berat. Jadi ini menunjukan vaksinasi ini bermanfaat terhadap tubuh kita," imbuh Bangun.
Untuk kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), Bangun tidak merinci berapa banyak warga yang mengalami KIPI. Akan tetapi diakuinya, bahwa ada warga yang mengalami KIPI pasca divaksin.
"Tidak ada yang bergejala berat, semua ringan seperti demam, nyeri kepala, pusing, dan gatal," ungkapnya.
Pihaknya pun tetap melakukan pengawasan untuk KIPI, jika memang ditemukan kasus KIPI dengan gejala berat, maka pihaknya akan segera melaporkan hal tersebut ke Komda KIPI dan Komnas KIPI.
"Sejak awal kita sudah membuat komunikasi daerah penanggulangan KIPI, kalau ditemukan ada yang gejala berat maka kita laporkan, apakah itu memang dampak dari vaksin atau bukan," tukasnya.
ADVERTISEMENT