News
·
18 Maret 2021 18:41

Polair Pangkalpinang Amankan 2 Mesin Tambang Liar di Perairan Tanjung Gunung

Konten ini diproduksi oleh Babel Hits
Polair Pangkalpinang Amankan 2 Mesin Tambang Liar di Perairan Tanjung Gunung (652463)
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Kompol Johan Wahyudi saat mendatangi puluhan ponton di perairan Tanjung Gunung.
Polres Pangkalpinang kembali melakukan razia tambang timah liar jenis Ponton Isap Produksi (PIP) di kawasan Pantai Tanjung Gunung, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Kamis (18/3/2021)
ADVERTISEMENT
Dipimpinnya Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Kompol Johan Wahyudi dan Kasat Polair Polres Pangkalpinang, AKP Heriyanto, anggota mendatangi puluhan ponton di perairan Tanjung Gunung.
Dalam razia tersebut, polisi mendapati dua unit mesin jenis donfeng, tiga drum plastik serta alat tambang lainnya. Pihak Kepolisian menduga, razia ini bocor lantaran petugas hanya menemukan ponton-ponton kosong yang telah di tinggal oleh pemiliknya.
"Kami temukan 30 ponton termasuk yang kecil-kecil. Diduga razia ini bocor, sehingga pemilik maupun pekerja tidak ada di ponton ini," kata Kompol Johan Wahyudi, Kamis (18/3/2021)
Razia ini merupakan respon aduan dari PT Timah Tbk lantaran di Perairan Tanjung Gunung merupakan kawasan produksi PT Timah Tbk dan juga aduan dari masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Di Perairan Tanjung Gunung dan perbatasan Samout juga ada mitra PT Timah, mereka merasa dirugikan, karena timah-timah itu tidak masuk ke PT Timah,"lanjut Kabag Ops.
Selanjutnya, ponton-ponton kosong tersebut dipasangi garis polisi untuk mengamankan barang bukti, selanjutnya akan di tarik ke Dermaga Polair Polres Pangkalpinang, di kawasan Ketapang.
"Sudah terpasang garis polisi, ini artinya tidak boleh beroperasi lagi, secepatnya ditarik ke Dermaga Polair, menunggu cuaca membaik dan kapal penarik ponton," terang Kabag Ops.
Sementara itu, Kasat Polair Polres Pangkalpinang AKP Heriyanto mengatakan faktor cuaca menjadi kendala penarikan ponton-ponton tersebut.
"Kami usahakan secepatnya ditarik ke dermaga, jadi tadi kami hanya ambil dua mesin, lantaran faktor cuaca," tutup Heriyanto.