kumparan
4 Mar 2019 14:21 WIB

5 Hal Unik tentang Susu Formula

Susu formula merupakan susu pengganti ASI yang dikonsumsi oleh bayi dan balita. Susu formula biasanya hanya direkomendasikan sebagai susu pendamping ASI, bukan susu pengganti 100% kecuali ada beberapa alasan yang membuat Moms tidak mampu memberikan ASI kepada si Kecil.
ADVERTISEMENT
Ternyata, ada banyak fakta tentang susu formula yang belum diketahui oleh beberapa ibu. Berikut daftarnya:
  1. Tinja bayi yang minum susu formula berbeda dengan tinja bayi yang minum ASIBau, tekstur, konsistensi, jumlah, warna dan frekuensi BAB bayi yang mengonsumsi susu formula ternyata berbeda dengan bayi yang mengonsumsi ASI. Menurut dokter spesialis anak – Margaret Morris, perbedaan ini dikarenakan tubuh si Kecil beradaptasi dengan apa yang dia makan.Banyak orang tua melaporkan bahwa tinja bayi mereka yang mengonsumsi susu formula berwarna lebih gelap, berbau agak lebih kuat, dan bertekstur lebih tebal daripada kotoran bayi yang mengonsumsi ASI.
  1. Si Kecil tidak mencerna ASI dan susu formula dengan kecepatan yang samaInilah alasannya: ASI dan sebagian besar formula mengandung protein whey dan kasein. ASI mengandung lebih banyak whey, yang lebih mudah dicerna (dan karenanya bayi lebih cepat mencernanya) daripada kasein. Formula mengandung lebih banyak kasein yang lebih lambat dicerna oleh bayi.Namun, setiap bayi mempunyai kebutuhan kalori, kepribadian dan pola tidur yang unik. Inilah sebabnya mengapa ada juga bayi yang tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam hal pola makan dan pola tidur saat dia minum susu formula atau ASI.Meskipun demikian, secara umum susu formula memang terbukti lebih lama dicerna daripada ASI. Maka dari itu, Moms tak perlu khawatir jika si Kecil yang mengonsumsi susu formula tampak lebih jarang merasa lapar daripada teman-temannya yang mengonsumsi ASI.
ADVERTISEMENT
  1. Si Kecil bisa alergi terhadap susu formulaSebagian besar bayi mudah mencerna susu formula dan menunjukkan tanda-tanda puas setelah mengonsumsinya. Akan tetapi, beberapa bayi lainnya memiliki reaksi alergi terhadap protein susu sapi dalam formula. Alergi ini menyebabkan pengalaman meminum susu formula mereka menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Sebagai informasi, intoleransi protein susu berbeda dengan intoleransi laktosa.Jika Moms mencurigai bahwa si Kecil alergi susu formula, Moms bisa mengecek tinjanya. Darah atau lendir di tinja biasanya berarti usus si Kecil meradang yang merupakan tanda kemungkinan alergi. Diare, muntah, rewel saat diberi susu, atau ruam kulit juga merupakan tanda-tanda alergi susu formula.Jika si Kecil alergi terhadap susu formula, dokter dapat merekomendasikan beralih ke susu yang terbuat dari kedelai. Jika si Kecil juga alergi terhadap protein kedelai, dokter dapat merekomendasikan formula ekstra terhidrolisis, di mana protein telah dipecah menjadi bentuk yang lebih mudah dicerna.
ADVERTISEMENT
  1. Setiap bayi minum susu dalam jumlah berbedaPorsi susu formula bukan satu ukuran untuk semua bayi. Beberapa bayi membutuhkan lebih banyak kalori daripada yang lain, dan apa yang cukup untuk pertumbuhan satu anak mungkin tidak cukup untuk yang lain. Selain itu, asupan susu formula anak Anda akan bervariasi dari tiap sesi makan satu dengan lainnya.Terlepas dari variabilitasnya, bagaimanapun, tetap penting untuk mengikuti beberapa pedoman dasar. Secara umum, bayi yang belum mengonsumsi makanan padat harus mendapatkan sekitar 2,5 ons susu formula per pon berat badan setiap 24 jam. Jadi, jika si Kecil memiliki berat 6 kilogram, Moms akan memberinya sekitar 15 ons susu formula. Jika beratnya 10 pon, dia harus minum sekitar 25 ons sehari. Jangan lupa untuk mengecek pertumbuhannya secara rutin ke dokter.
ADVERTISEMENT
  1. Kandungan susu formula pada dasarnya samaMeskipun banyak sekali jenis dan merek susu formula, mereka pada dasarnya sama. Hal ini karena secara garis besar kandungan susu formula sudah diatur oleh lembaga yang berwenang. Food and Drug Administration Amerika Serikat misalnya, mengharuskan produsen untuk memasukkan 29 nutrisi spesifik dalam setiap sajian. Sementara merek yang berbeda memiliki nama, kemasan dan harga yang berbeda, susu formula yang dijual di pasaran tersebut akan selalu mengandung 29 nutrisi spesifik yang diharuskan FDA.Salah satu bahan yang tidak ada dalam semua formula adalah DHA asam lemak, yang beberapa penelitian telah tunjukkan dapat meningkatkan kognisi dan pemrosesan visual. Sudah termasuk dalam banyak formula akhir-akhir ini, tetapi tidak semua. Jadi Moms mungkin ingin membeli merek yang mengandung nutrisi tersebut.Namun, ada banyak formula khusus untuk situasi tertentu. Formula yang dirancang untuk bayi prematur dan berat badan lahir rendah misalnya, mengandung lebih banyak kalori daripada jenis standar. Formula untuk bayi dengan refluks mengandung nasi atau pengental lainnya. Ada juga susu formula kedelai atau terhidrolisis untuk bayi dengan alergi potensial atau intoleransi protein susu.
ADVERTISEMENT
Orang tua yang lebih memilih untuk memberikan makanan organik kepada anak mereka dapat membeli formula yang dibuat dengan bahan organik. Di Amerika Serikat, produsen susu formula organik harus tunduk pada peraturan FDA tentang kandungan susu mereka. Selain itu, mereka harus disertifikasi sebagai organik oleh Departemen Pertanian AS.
Jika Moms masih ragu tentang susu formula manakah yang cocok untuk si Kecil, lebih baik konsultasikan dengan dokter.
 
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist
Copyright by Babyologist
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan