Pencarian populer

Kenali Gejala dan Penyebab Diare, Ketahui Cara Pengobatannya

Ilustrasi diare. Sumber: shutterstock.com

Pengertian Diare

Diare adalah penyakit umum yang ditandai dengan buang air besar encer dan frekuensinya lebih sering daripada biasanya. Penyakit ini biasanya berlangsung tidak lebih dari beberapa hari.
ADVERTISEMENT
Namun, jika diare berlangsung selama berminggu-minggu, maka bisa jadi tanda bahwa ada masalah kesehatan lainnya. Masalah tersebut bisa jadi berupa iritasi usus atau gangguan yang lebih serius seperti penyakit radang usus.

Gejala Diare

Gejala-gejala diare dapat berupa:
  • Feses yang lembek dan berair.
  • Kram perut.
  • Sakit perut.
  • Demam.
  • Feses berdarah.
  • Feses berlendir.
  • Kembung.
  • Mual-mual.
  • Kebutuhan mendesak harus buang air besar.
Diare adalah salah satu faktor penyebab dehidrasi tercepat pada bayi dan anak-anak. Moms harus segera membawa anak ke dokter apabila kondisinya tidak membaik dalam waktu 24 jam, terlebih jika dia dehidrasi, demam dengan suhu di atas 39 derajat celsius, dan fesesnya berdarah atau berwarna hitam.
Pada orang dewasa, gejala diare yang parah meliputi:
  • Diare berkepanjangan selama lebih dari beberapa hari.
  • Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.
  • Sakit perut atau sakit dubur yang parah.
  • Feses berdarah atau berwarna hitam.
  • Demam di atas 39 derajat celcius.
ADVERTISEMENT

Penyebab Diare

Ada beberapa faktor, penyakit, dan kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan diare, di antaranya:
  • Terinfeksi virus yang dapat menyebabkan diare. Misalnya virus Norwalk, cytomegalovirus, viral hepatitis, atau rotavirus.
  • Makan dan minum yang telah terkontaminasi bakteri dan parasit penyebab diare.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu yang mempunyai efek samping diare. Misalnya antibiotik, obat kanker, dan antasida mengandung magnesium.
  • Memiliki kondisi lactose intolerance. Artinya, saluran pencernaan tidak kuat ketika mengonsumsi produk susu.
  • Memakan makanan mengandung fruktosa, jika penderita memiliki kesulitan mencerna fruktosa.
  • Mengonsumsi zat pemanis buatan seperti sorbitol dan mannitol yang ditemukan di permen karet dan produk bebas-gula lainnya, bahkan dapat membuat orang sehat terkena diare.
  • Operasi. Misalnya operasi pengangkatan perut atau kantung empedu.
  • Gangguan pencernaan lainnya yang menyebabkan diare kronis seperti penyakit Crohn, penyakit seliakan, sindrom iritasi usus, kolitis ulserativa, dan kolitis mikroskopis.
Ilustrasi diare. Foto: Derneuemann via Pixabay (CC0 Creative Commons)

Pengobatan Diare

Sebagian besar kasus diare akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Jika telah mengganti gaya hidup dan mencoba ramuan herbal untuk mengobati diare tapi tetap tidak sembuh, dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan obat atau lainnya. Misalnya, jika diare disebabkan oleh bakteri atau parasit, dokter akan merekomendasikan terapi antibiotik.
ADVERTISEMENT
Dokter juga akan meminta penderita diare mengganti cairan tubuh dan garam yang keluar selama diare. Pada orang dewasa, ini berarti minum air dan jus. Meminum air adalah cara cepat dan baik untuk mengganti cairan. Akan tetapi, air tidak mengandung garam dan elektrolit (mineral seperti natrium dan kalium).
Keduanya penting untuk mengembalikan fungsi tubuh. Ganti kalium yang hilang dengan meminum jus buah dan natrium yang hilang dengan makan sup. Perhatikan bahwa jus buah tertentu, seperti jus apel, dapat membuat diare menjadi lebih buruk, sehingga harus dihindari.
Jika meminum cairan membuat mulas atau muntah, dokter mungkin akan merekomendasikan penderita mendapatkan infus. Untuk pengobatan diare anak-anak, konsultasikan kepada dokter masalah penggunaan dehidrasi oral, seperti Pedialyte, untuk mencegah dehidrasi atau mengganti cairan yang hilang.
ADVERTISEMENT
Jika dokter menduga diare adalah efek samping dari antibiotik yang sedang penderita konsumsi, dokter akan menurunkan dosis antibiotik tersebut atau menggantinya dengan obat lain.
Terakhir, apabila diare disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu yang lebih serius, seperti penyakit radang usus, dokter akan berusaha mengendalikan kondisi tersebut. Penderita mungkin akan dirujuk ke spesialis, misalnya spesialis gastroenterologi, untuk membantu menyusun rencana perawatan penderita diare.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85